Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Oh My Bone, Segera Sembuh Ya.

Sebulan yang lalu, tepatnya pada hari Ahada tanggal 21 September 2014, aku mengalami kecelakaan di sekitar jalan arteri Soekarno Hatta Semarang. Kecelakaan tersebut terjadi di siang hari setelah kembali dari sebuah rencana pertemuan dengan teman-teman yang tidak jadi di kampus Univ. Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang. Meski sudah satu bulan, namun tulangku terutama bagian bahu dan siku-siku masih belum sembuh total. Aku yakin kecelakaan yang menimpa itu merupakan bentuk kasih sayang yang Allah SWT berikan kepadaku agar aku senantiasa mengingat Dia.

Kecelakaan tersebut terjadi antara diriku dan kendaraan roda dua yang lain yang sedang ingin menyeberang. Karena peunjuk di jalan tersebut menunjukkan jalan terus bagi yang lurus, maka aku jalan terus. TIdak disangka dari arah kiri ada kendaraan yang mau menyeberang dan aku tidak lihat dan aku juga tidak menyangka lampu menunjukkan merah bagi kendaraan yang masuk ke jalan woltermongonsidi. Karena kaget, aku tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak kendaraan tersebut tetapi malah aku yang terjatuh. Sedangkan lawan kecelakaan tidak apa-apa. Akibat kecelakaan tersebut, aku dibawa ke klinik terdekat dan mendapat perwatan terutama untuk luka-luka lecet.

Pada saat kejadian, ada luka-luka lecet di bagian kaki, lutut, dan siku. Alhamdulillah langsung diobati dan sekarang sudah sembuh. Namun yang sangat aku tidak duga adalah, ternyata tulang bagian bahuku kiriku ada yang patah, dan retak di bagian dada dan masih terasa nyeri sampai sekarang. Hal itu baru aku ketahui setelah sekitar satu pekan setelah kejadian tersebut.

Sore hari setelah kejadian, aku memang langsung dijemput oleh mertua untuk diurut di Kendal. Dan pada malam hari kejadian tersebut langsung diurut oleh orang yang biasa mengurut orang yang keseleo akibat jatuh. Dua hari kemudian aku masih diurut oleh orang yang sama. Karena merasa agak sedikit baikan aku kembali ke semarang.

Kondisiku belumlah sembuh total sehingga aku direkomandasikan oleh rekan kerjar ke tukang urut yang ia kenal. Dan aku langsung ke sana bersama istri dengan harapan mungkin tukang urut ini lebih ahli. Sungguh tidak disangka, pijitannya sangat sakit sampai aku hampir mau menangis. Namun tetap bertahan, berharap supaya segera sembuh.

Beberapa hari kemudian ternyata tulang bagian bahu masih terasa sakit, dan kali ini bertambah. Di dada pun terasa sakit. Sang istri mengajakku untuk urut kembali. Namun karena sakit, aku masih belum mahu. Sehingga akhirny muncul inisitif untuk ke dokter dan supaya di rontgen. Sungguh tidak aku sangka ternyata hasil rontgen menunjukkan bahwa tulang bahu kiriku ada yang patah. Sang dokter menyarankan agar aku ceck kembali di bagian bedah tulang karena sepertinya patahan tersebut harus dioperasi dan disambung menggunakan kawat.

Setelah berkonsultasi dengan keluarga maka mereka tidak setuju untuk bedah tulang, tetapi lebih menyarankan berobat di sangkal putung (dukun patah). Aku dijemput lagi oleh mertua untuk berobat ke sangkal putung di Kendal. Pak Andi, namanya. Dia adalah ahli dukun patah yang cukup terkenal di daerah kecamatan Pegandon, Kendal. Sekilas aku melaihat tempat perawatannya juga cukup professional. Akhirnya aku pun setuju untuk berobat di tempat ini.

Aku menunjukkan hasil rontgen tulangku yang kelihatan sudah tidak menyatu lagi. Pak Andi tersebut menyatakan bahwa tulangku yang patah tersebut insya Allah bisa sembuh. Aku segera dibawa ke ruang urut oleh anaknya yang katanya telah diajari untuk megurut. Menurut Pak Andi tersebut, dia biasa mengurut pasien yang sudah cukup parah. Sedangkan aku, menurut ukurannya belumlah parah banget. Dan aku segera diurut sang anak. Sambil mengurut, aku juga dikasih tahu beberapa bagian tulangku yang perlu dibenari. Terutama di bagian dada yang mengalami keretalan.

Aku sudah dua kali urut ke Pak Andi. Hasilnya lumayan. Sekarang aku sudah mulai bisa beraktvitas meskipun belum sembuh total. Menurutku wajar, karena menurut penuturan sebagian orang bahwa kalau patah tulang atau retak memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh. Pak Andi sendiri tidak bisa menjamin berapa lama untuk bisa sembuh. Namun salah satu bentuk profesionalisme beliau, bahwa untuk tarif pengobatan, biasanya beliau menentukan terlebih dahulu berapa yang harus dibayar sampai nanti sembuh total. Seperti halnya aku yang ditarif Rp. 300.000 sampai sembuh. Tidak terbatas berapa kali berobat. Dan biasanya melakukan pengontrolan kembali setelah tujuh atau sepuluh hari. Kendati demikian ada juga pasien yang berobat ke sana dan membayar seikhlasnya.

Setelah melakukan ikhtiar baik di medis dan pengobatan alternatif, sekarang tinggal tawakkal berharap Allah SWT segera member kesembuhan pada tulangku yang masih belum sembuh total ini. Sehingga nanti aku bisa beraktivitas seperti biasanya. Oh My Bone, Segera Sembuh Ya.

Semarang, 19 Oktober 2014.

Share:

Antara Semarang dan Medan


Tidak terasa sudah sembilan tahun aku tinggal di Semarang sejak pertama sekali menginjakkan kaki di Kota Atlas ini pada bulan September 2005 silam. Sudah terlalu lama rasanya aku jauh dari keluarga. Sungguh dulu tujuan utamaku ke Semarang adalah untuk melanjutkan pengembaraan ilmu setelah menyelesaikan pendidikan di MA Darularafah, Deli Serdang - Sumatera Utara. Alhamudlillah apa yang aku tuju dulu sudah tercapai bahkan melebihi dari yang aku inginkan. Sekarang aku telah menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Lingkungan di Universitas Diponegoro, Semarang. Selain itu aku juga telah menikah dan memiliki pekerjaan yang cukup di Semarang.
Namun, akhir-akhir ini aku sedikit agak bimbang memikirkan apa yang harus aku putuskan, antara tetap di Semarang atau kembali ke Medan. Sebelumnya aku tidak pernah berfikir untuk bekerja dan menikah di Semarang, tapi ternyata taqdir berkata lain. Tapi, aku tentu tidak bisa mengabaikan keluarga dan tujuanku. Tujuanku dulu hanyalah menuntut ilmu. Kalau sudah selesai berarti saatnya kembali.
Tapi sekarang kondisinya tidak semudah itu. Aku sekarang sudah memiliki istri orang semarang yang tentu harus juga dirundingkan dengan keluarga yang ada di sini. Di samping itu, aku juga telah bekerja di lembaga pendidikan yang tidak mungkin ditinggal begitu saja. Apalagi aku memiliki amanah yang cukup fital di lembaga tersebut yaitu sebagai kepala.
Akhir-akhir ini tarikan untuk kembali ke Medan cukup kuat. Keluarga khususnya kedua orang tua sering menanyakan tentang kepulangan saya ke Medan. Dan ayah khususnya semakin semakin sering meminta saya untuk pulang. Terutama dalam satu bulan ini, setelah kemarin aku mengalami kecelakaan dan patah tulang. Qadarullah ternyata beberapa hari sebelumnya ayah juga mengalami kecelakaan. Untuk kondisiku sendiri pada saat ini sudah membaik meski belum sembuh total. Namun kondisi ayah masih belum pulih dan katanya sulit untuk jalan. Karena itu aku sangat ingin segera pulang untuk merawat orang tua, khususnya ayah yang sekarang dalam kondisi yang kurang sehat dan usianya yang sudah sepuh yaitu lebih 80 tahun. Demikian juga ibu yang sudah berusia 70 tahun lebih.
Namun di Semarang juga tidak bisa ditinggal begitu saja. Selain masalah pekerjaan, istriku juga masih dalam pengerjaan tesisinya di Magistrer Ilmu Administrasi Publik, Universitas Diponegoro dan dia juga salah satu karyawan di tempatke bekerja. Aku akan berusaha menyelesaikan urusan ini semua. Menyelasikan urusan pekerjaan dan perkuliahan istriku sampai segalanya benar-benar siap. Istri selesai kuliah dan ada yang siap menggantikan kami di kantor.
Aku hanya berdoa memohon kepada Allah semoga Dia memudahkan segala urusan dan memberi kesehatan serta umur yang penjang sehingga bisa segera kembali ke Medan dan berbakti kepada keluarga, khususnya orang tua. Amiin...
Semarang, 17 Oktober 2014.
Share:

Mabit #1 Guru KAF SMG: Indahnya Kebersamaan.


Sudah lama rasanya aku tidak menulis lagi meski sekedar membuat coret-coretan di laman kesayanganku ini. Mungkin karena beberapa bulan terakhir aku cukup disibukkan dengan urusan kampus dan urusan pekerjaan. Namun aku mulai sekarang akan bertekat atas izin Allah subhanahuwat'ala untuk bisa tetap menulis meski hanya membuat catatan kecil setiap hari meski berada di tengah-tengah kesibukan. Oleh karena itu pada kesempatan ini, melalui laman ini aku akan berbagi mengenai pengalaman MABIT bersama guru-guru Kuttab Al-Fatih Semarang yang diselenggarakan pada hari Jum'at tanggal 05 September 2014 di Kuttab Al-Fatih Semarang yang beralamat di Jalan Bulusan IV Tembalang, Semarang.

Hari Jum'at malam Sabtu, tepatnya pada tanggal 05 September 2014 merupakan kali pertama untuk Tahun Ajaran 2014 - 2015 para asatidz dan asatidzah Kuttab Al-Fatih Semarang mengadakan Mabit (bermalam) di Kuttab. Mabit ini merupakan agenda untuk saling mengakrabkan para guru serta meningkatkan spirit ruhiyah Kuttab Al-Fatih Semarang. Maka wajar saja jika Mabit ini disebut sebagi Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT).

Mabit #1 ini diikuti oleh 9 orang dari 11 guru yang ada. Enam orang ustadz dan tiga orang ustadzah. Mabit guru Kuttab Al-Fatih Semarang insya Allah akan dilaksanakan setiap 3 (tiga) bulan sekali di kuttab. Mabit ini juga merupakan salah satu bentuk up-grading para guru Kuttab Al-Fatih Semarang. Selain itu juga bisa menjadi sarana pendekatan dan pengakraban para guru.

Mabit #1 ini dilaksanakan mulai dari sesaat sesat sebelum Shalat Maghrib sampai pagi hari. Sore hari sebelum Maghrib para asatidz sudah hadir di kuttab mempersiapkan tempat dan acara. Salah satu agenda besar kita pada mabit kali ini adalah mengkhatamkan Al-Qur'an dengan membagi-bagi bacaan. Dalam 1 malam, para asatidz diminta untuk membaca Al-Qur'an sebanyak 2 atau 3 juz. Al-Qur'an yang 30 Juz bisa dibaca dalam 1 malam.

Setelah selesai shalat Maghrib, para ustadz muroja'ah sebentar sebelum makan malam, kemudian dilanjutkan shalat Isya berjamaah di masjid. Setelah selesai Shalat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan kajian yang dipandu oleh Ust. Taufik Elhakiem, Lc. Beliau merupakan penanggung jawab syari'ah di Kuttab Al-Fatih Semarang. Materi kajian kali ini membahas seputar penguatan ruhiyah untuk teman-teman. Ust. Taufik menyampaikan tentang 4 (empat) hal yang apabila ada pada diri setiap muslim, maka dunia tidak akan meninggalkannya, yaitu: Menjaga Amanah, Berkata Jujur, Berakhlaq yang Baik, dan Menjaga Makanan. Meski agak ngantuk tapi teman-teman tetap semangat mendengarkan kajian.

Usai kajian, para guru ikhwan bercengkerama di teras joglo kuttab sembari menikmati cemilan ringan dan kopi hangat. Kita berbagi pengalaman mengajar di Kuttab Al-Fatih Semarang. Ada banyak kisah-kisah yang menarik yang dialami oleh teman-teman dalam berinteraksi dengan anak. Sesekali teman-teman berbicara juga tentang masa depan kuttab terutama Kuttab Al-Fatih Semarang, yang pada tahun yang akan datang mungkin akan pindah lokasi ke sekitar Pucang Gading. Terkadang juga muncul selentingan teman-teman mengenai jodoh sehingga mengundang senyum dan tawa di antara teman-teman.

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 Wib, tapi teman-teman masih asyik dengan obrolannya. Hingga ada yang mengingatkan di antara kita untuk istirahat karena keesokan harinya masih ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan. Pada sepertiga malam yang akhir, teman-teman diharapkan untuk bisa qiyamullail dan tadarus terutama bagi yang belum selesai bacaannya. Kemudian shalat Shubuh, kultum Shubuh, olah raga, dan persiapan untuk Halaqah Orang Tua Santri Kuttab Al-Fatih Semarang. Akhirnya kami tidur di Gazebo depan karena joglo utama dipakai tidur oleh para guru akhwat.

Sekitar pukul 03.00 Wib, para guru mulai bangun dan qiyamullai serta tadarus. Dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah dan kultum. Kultum pagi disampaikan oleh ust Syarifuddin, Lc. Teman-teman mendengarkan dengan penuh perhatian, meski udara pagi masih terasa sedikit dingin. Usai kultum, kita mempersiapkan tempat untuk Halaqah Orang Tua Santri Kuttab Al-Fatih Semarang, karena sekitar pukul 08.45 WIB akan diadakan Halaqah untuk orang tua santri.

Setelah selesai merapikan tempat, antara guru putra dan guru putri berbagi peran. Guru putra olah raga dengan santri pondok pesantren mahasiswa "Insanul Iman" yang berada di depan Kuttab. Sedangkan, guru putri masak nasi goreng untuk sarapan pagi para guru. Kegiatan olah raga para ustadz diisi dengan olah raga futsal antara guru kuttab melawan santri pondok Insanul Iman. Kita bertanding di Lapangan Futsal di sekitar Jalan Mulawarman. Lapangan futsal ini tergolong murah, hanya Rp. 30.000 / jam. Meski lapangannya sederhana dan berlantai kayu, kita bertanding dengan cukup seru dengan gol-gol yang saling berbalas.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 07.40 Wib. Kami masih asyik main futsal. Dari waktu yang harusnya hanya 1 jam. Kami diperbolehkan bermain lebih karena belum ada yang mau pakai lapangan dan kebetulan teman-teman pondok memang sudah menjadi member dan sudah biasa bermain di lapangan ini. karena ingat, sebentar lagi ada halaqah orang tua santri kuttab, dan kami juga belum mandi dan sarapan, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri pertandingan dan kembali ke Kuttab Al-Fatih Semarang.

Di sana para ustadzah sudah menunggu. Ternyata mereka belum mulai makan sebelum para ustadz kembali ke kuttab. Nasi goreng bakso dan telur ceplok serta setup pisang telah dihidangkan dan siap untuk disantap. Para asatidzah masak sendiri di rumah kos salah satu guru kuttab. Sebagian di antara kita langsung sarapan dan sebagian lagi mandi mengingat kamar mandi hanya 2 maka kami mandi bergantian. Usai mandi dan sarapan pagi, kami kembali mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk halaqah orang tua santri kuttab. Halaqah kali ini membahas mengenai sistem pembelajaran Al-Qur'an dan Iman di di Kuttab Al-Fatih yang dipandu oleh Ust Nur Khasan (Koordinator Al-Qur'an Kuttab Al-Fatih Semarang), dan Ust Tajmi'uddin (Koordinator Kelas Iman Kuttab Al-Fatih Semarang).

Betapa indahnya kebersamaan yang aku rasakan bersama para asatidz dan asatidzah Kuttab Al-Fatih Semarang. Meski mabit-nya hanya satu malam, tapi efeknya luar biasa bisa mengakrabkan para guru dengan kebersamaan yang ada serta dapat mengenal lebih dekat antara satu dengan yang lain dengan demikian semuanya akan bisa saling memahami. Perbedaan-perbedaan yang ada semoga menjadi penguat. Selain itu, Mabit ini tentu juga bisa menambah spirit ruhiyah guru Kuttab Al-Fatih Semarang sehingga suasana belajar-mengajar di Kuttab Al-Fatih bisa semakin nikmat atas tuntunan dari Allah subhanahuwata'ala. Wallahu a'lam bishshowab

Bukit Kencana,
Selasa, 09 September 2014.
Share:

Parade Tasmi' II Kuttab Al-Fatih Semarang: Semangat Menggemakan Kalamullah.

Tasmi' Juz 28 s.d.29, oleh Aisyah, dkk.
Tasmi' adh-Dhuha s.d. an-Naas, oleh Aji, dkk.
Mendengarkan dengan Khusyu'.
Selasa (10 Juni 2014), Kuttab Al-Fatih Semarang menggelar Parade Tasmi' II, setelah Parade Tasmi' Pertama pada akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2013 – 2014. Parade Tasmi' II ini diikuti oleh seluruh santri Kuttab Al-Fatih Semarang dan disaksikan oleh ustadz-ustadzah dan para orang tua yang hadir. Parade Tasmi' II dilaksanakan di Joglo Kuttab Al-Fatih Semarang mulai pukul 08.30 WIB sampai pukul 11.30 WIB setelah ikrar dan muroja'ah al-Qur'an bersama.

Parade Tasmi' II ini men-tasmi'-kan juz 28 sampai dengan juz 30 dengan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama yaitu tasmi' juz 28 dan juz 29, sedangkan sesi kedua yaitu tasmi' juz 30.

Pada sesi pertama, yang maju sebanyak 5 (lima) orang santri. Semua santri ditasmi' satu persatu secara bergiliran mulai dari juz 28 sampai dengan juz 29. Urutan santri yang maju untuk tasmi' juz 28 yaitu ananda Aisya (9 th) dan 'Azmi (9 th). Kemudian juz 29 oleh ananda Alya (8 th), Zidan (8 th), dan Hasan (8 th). Mereka membaca sebagian demi sebagian sehingga mereka selesai membaca 2 juz dari al-Qur'an. Sesi pertama selesai jam 10.00 WIB.

Kudapan Berjama'ah.
Seusai sesi pertama, tepat jam 10.00 WIB sebelum sesi dua dimulai, seluruh santri, para orang tua, dan ustadz-ustadzah melakukan kudapan sejenak. Sekitar 15 menit seluruh peserta menikmati snack ringan baik yang disediakan dari kuttab maupun yang dibawa para santri dari rumah. Tidak lupa para ustadz dan ustadzah mengingatkan kepada anak-anak agar suka berbagi dari rizki yang mereka punya.

Pemberian Hadiah, oleh Ketua Yayasan.
Pemberian Hadiah, oleh Kepala Kuttab.
Pada sesi yang kedua, juz yang di-tasmi'-kan adalah juz 30 dan dibagi menjadi 3 kelompok. Berbeda dengan sesi pertama, tasmi' pada sesi kedua dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

Kelompok pertama yaitu tasmi' surat an-Naba sampai surat at-Thoriq yang di-tasmi'-kan oleh ananda Syamil (7 th), Haidar (7 th), Husna 7 (th), Kultsum (7 th), Fathiya (7 th), dan Fida (8 th). Kelompok kedua yaitu dari surat al-A'la sampai surat al-Lail, yang di-tasmi'-kan oleh ananda Farrel (10), Kafi (6 th), Naura (5 th), Shofie (7 th), Najwa (6 th), Lia (6 th), dan Husniya (6 th). Dan terakhir, kelompok 3 (tiga) dari surat adh-Dhuha samapai surat an-Nas oleh ananda Asma' (5 th), Zalfa (5 th), Khansa (6 th), Ghanny (7 th), Faris (6 th), Aji (6 th), Amin (6 th), dan Azka (6 th).

Pada saat al-Qur'an di-tasmi'-kan, terlihat para santri yang sedang di-tasmi' benar-benar menikmati bacaannya hingga masing-masing menyelesaikan bacaannya dengan sangat apik. Begitu pun para santri yang gilirannya mendengarkan, para ustadz dan ustadzah, serta orang tua yang sedang mendengarkan, mereka benar-benar kelihatan sedang khusyu' mendengarkan dan mencoba meresapinya bacaan al-Qur'an dengan sepenuh hati. Semoga baik yang membaca maupun yang mendengarkan bacaan al-Qur'an senantiasa mendapat rahmat dari Allah subhanahu wata'ala.

Di sela-sela setiap sesi dan kelompok tasmi', dibagikan juga hadiah Musabaqah Hifzhul al-Qur'an (MHQ) / Lomba Hafalan al-Qur'an yang sudah dilaksanakan satu hari sebelumnya, yaitu hari Senin (09/06/2014). Hadir juga DR. Suharnomo, S.E, M.Si, ketua Yayasan Kuttab Al-Fatih Pilar Peradaban Semarang untuk membagikan hadiah langsung kepada para Juara MHQ. Selain oleh ketua yayasan, turut juga Syah Azis Perangin Angin, Kepala Kuttab Al-Fatih Semarang dan beberapa asatidz yang ikut membagikan hadiah kepada para pemengang lomba menghafal al-Qur'an.

Tepat jam 11.30 WIB, rangkaian kegiatan Parade Tasmi' II Kuttab Al-Fatih Semarang berakhir. Acara Parade Tasmi' II Kuttab Al-Fatih Semarang ditutup dengan membaca hamdalah, istighfar, dan doa penutup majlis, sebagaimana dalam setiap agenda senantiasa ditutup dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. (Syah Azis, Kepala Kuttab Al-Fatih Semarang)



Share:

MHQ II KAF Semarang: Berlomba Menjaga Kalamullah


Simulasi Awal oleh Ust Rokhim
Santri Menjawab Pertanyaan Juri
Senin, 09 Juni 2014, Kuttab Al-Fatih Semarang menyelenggarakan Musabaqah Hifzhul Qur'an (MHQ) yaitu lomba hafalan Al-Qur'an santri Kuttab Al-Fatih Semarang. MHQ ini merupakan MHQ yang diselenggarakan Kuttab Al-Fatih Semarang untuk yang kedua kalinya. MHQ I telah diselenggarakan pada akhir semester I tahun ajaran 2013 - 2014. MHQ merupakan kegiatan rutin Kuttab Al-Fatih Semarang setelah selesai melaksanakan ujian akhir semester. MHQ II kali ini masih diselenggarakan di Joglo Kuttab Al-Fatih Semarang, sama seperti MHQ sebelumnya. Pelaksanaan MHQ II dimulai dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 11.00 WIB setelah seluruh santri memuroja'ah Al-Qur'an di kelas masing-masing.

Seluruh Santri Mendengarkan Hafalan
MHQ II Kuttab Al-Fatih semarang diikuti oleh seluruh santri Kuttab Al-Fatih Semarang yang berjumlah 29 orang santri. Lomba dibagi menjadi 4 (empat) kelompok hafalan. Kelompok satu yaitu santri yang sudah hafal Juz 29 dan 30. Kelompok dua yaitu santri yang sudah hafal Juz 30. Kelompok tiga adalah santri yang sudah hafal setengah juz 30 yaitu dari surat An-Nas sampai surat Al-A'laa. Dan kelompok empat, yaitu santri yang sudah hafal dari surat An-Naas sampai surat Adh-Dhuhaa.

Para Dewan Juri
Seluruh santri begitu antusias dalam mengikuti MHQ II sampai selesai. Lomba dibagi menjadi 2 (dua) sesi. Sesi pertama diikuti oleh kelompok 4 (empat) dan kelompok 2 (dua), kemudian sesi kedua diikuti oleh kelompok 3 (tiga) dan kelompok 1 (satu). Di sela-sela sesi satu dan dua yaitu pukul 09.45 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB, seluruh santri break sejenak untuk kudapan pagi secara bersama-sama.

Menjawab Pertanyaan Juri
Ketika lomba dilaksanakan, satu-persatu santri dipanggil ke depan para santri untuk dites hafalannya oleh dewan juri. Setiap anak hanya diberi tiga buah pertanyaan untuk dijawab oleh santri. Subhanallah, sebagian besar santri dapat menjawab pertanyaan para dewan juri dengan baik bahkan mereka bisa menikmati bacaannya masing-masing. Dewan Juri MHQ II terdiri dari 3 (tiga) orang ustad dari Kuttab Al-Fatih Semarang, yaitu Ust. Rokhim, Ust. Syifa, dan Ust. Syarif.

Kudapan Bersama
Tepat pukul 11.00 WIB, semua santri telah selesai mengikuti lomba. Di akhir acara, para dewan juri rapat untuk menentukan para juara lomba dari setiap kelompok. Hasilnya akan dibacakan setelah Parade Tasmi' Kuttab Al-Fatih Semarang, pada hari Selasa tanggal 10 Juni 2014. Berbarengan dengan pengumumuman hasil lomba, santri yang mendapat juara akan diberi hadiah. (Syah Azis, Kepala Kuttab Al-Fatih Semarang)

Share: