Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

KUTTAB AL-FATIH: Melahirkan Genarasi Gemilang di Usia Belia.


Seribu tahun lebih peradaban Islam menjadi guru bagi seluruh manusia seluruh wilayah di bumi. Hanya saja keadaan hari ini terbalik. Kini kita hanya menjadi murid, obyek bahkan korban peradaban ini. Tidakkah muncul pertanyaan, bagaimanakah konsep dan system pendidikan Islam di zaman kebesaran itu?

Ya, karenanya kami memunculkan kembali sesuatu yang telah sengaja dikubur itu. Muslimin bahkan sudah jarang mendengar sekedar namanya. KUTTAB, begitulah lembaga pendidikan di usia 5-12 tahun itu disebut. Tentu bukan hanya nama yang kami munculkan. Tetapi hingga konsep dan sistemnya. Berharap, hasil didiknya sama atau setidaknya mendekati. Generasi peradaban kebesaran Islam.

Sahabat mulia Jundub bin Abdullah radhiallahu’anhu mengungkap dengan sangat terang tentang substansi pendidikan Nabi, “Kami belajar Iman sebelum kami belajar Al-Qur’an. Ketika kami belajar Al-Qur’an maka Iman kami semakin bertambah.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani).

Inilah jawaban atas kegundahan kita akan upaya yang belum kunjung dapat menghadirkan hasil yang maksimal. Ada yang perlu kita coba. Ada yang perlu kita benahi. Iman bukan suatu yang abstrak. Memang benar dimulai dari hati, tetapi secara aplikasi dapat dirasakan. Bukankah kebersihan bukti iman. Bakti orang tua bukti iman. Meringankan beban orang lain bukti iman.

Imam Al-Baihaqi, seorang ulama hadits (w: 458 H) mengumpulkan 77 aplikasi Iman dalam Al-Jami’ li Syu’abil Iman, mencakup 10.756 hadits. Salah satu kurikulum agung bagi pendidikan Islam.

Al-Qur’an bekerja dengan cara yang sangat dahsyat dalam diri generasi. Kandungannya adalah petunjuk dan panduan seluruh ilmu yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Maka lahirlah Asy-Syafi’I, An-Nawawi, Ibnu Hajar, Ibnu Khaldun, Al-Biruni, Al-Khawarizmi, Umar bin Abdul Aziz, Muhammad Al-Fatih. Ulama, ilmuwan, pemimpin, yang rata-rata hafal Al-Qur’an di usia 10 tahun dan kemudian menggalinya sebagai sumber utama ilmu.

Selanjutnya, segala ilmu alat juga terus diajarkan; bahasa, teknologi informasi, keahlian hidup, keterampilan, olah fisisk, dan seterusnya.

Tentu bukan hanya ilmu teoritis. Tetapi mereka perlu disadarkan, dicoba, dilatih, dan dibiasakan.

Sebuah keutamaan kurikulum yang benar-benar menyiapkan kelahiran generasi peradaban masa depan.

Dengan semangat lahirnya kembali generasi di usia belia, kami berusaha melahirkan kembali keutuhan konsepnya. Kami menamainya KUTTAB Al-FATIH (Sang Pembuka).

Ya Allah bimbing kami …

Situs Resmi Kuttab Al-Fatih klik di SINI
Share:

Akhirnya dapat SIM A: Semoga Berkah dan Bermanfaat


Tidak disangka, pada hari Sabtu tanggal 29 Maret 2014 aku mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) jenis A. SIM tersebut dikeluarkan oleh Polres Kendal, Jawa Tengah. Proses pembuatan SIM tersebut menurut aku tidak terlalu sulit apalagi kalau ada orang yang bisa mengarahkan kita untuk mengikuti tahapan-tahapan yang harus dilewati. Proses –proses yang dijalani antara lain ujian kesehatan, ujian tertulis, ujian praktek, dan photo. Saya sendiri mengawalinya dengan kursus strir mobil di lembaga kursus stir mobil kemudian mengajukan ke Polres untuk pembuatan SIM A hingga akhirnya SIM tersebut dikeluarkan.

Keinginan untuk memiliki SIM A sebenarnya sudah ada di benakku sejak lama terutama setelah menikah, menjalani bisnis jual beli mobil, dan setelah menjadi guru di Kuttab Al-Fatih Semarang. Dalam bathin aku selelau berkata aku harus bisa seperti Bapak mertua dan suami dari kakak ipar yang lincah dalam menyetir mobil. Ketika menjalani bisnis jual mobil bersama mertua dan suami dari kakak ipar, aku mulalai terpacu untuk segera memiliki SIM A biar bisa mengendarai sendiri. Masak juragan mobil tidak bisa nyetir mobil, kata-kata itu kerap dikeluarkan istri sehingga aku terpikir untuk segera memiliki SIM A. Terutama ditambah lagi ketika bekerja di Kuttab Al-Fatih Semarang. Beberapa kali ketika kegiatan outing anak-anak, kita sering kekurangan sopir padahal mobil ada.

Meski sudah berkeinginan sejak lama, namun jika tidak disempatkan maka keinginan untuk memiliki SIM tersebut tentu lama akan terwujud. Di sela-sela kegiatan mengajar di Kuttab Al-Fatih aku sempat-sempatkan untuk kursus stir mobil baik di sore hari maupun ketika hari libur dengan tujuan agar bisa segera mengendarai mobil. Bisa dibilang kursusuku sangat singkat, hanya 5 jam dalam empat kali latihan karena pada pertemuan keempat aku langsung ngambil 2 (dua) jam. Menurut instruktur kursus, aku sudah bisa mengaplikasikan teknik-teknik dasar menyetir meski masih harus terus latihan biar lancar.

Atas masukan bapak mertua dan istri tersayang untuk segera memiliki SIM A, maka keinginan tersebut pun aku usahakan untuk segera mengurusnya. Karena sekarang KTPku sudah KTP Kendal maka aku cukup mudah untuk mengurusnya. Dan akhirnya di akhir bulan Maret 2014 ini SIM A tersebut bisa dikeluarkan oleh Polres Kendal.

Jujur, aku merasa sebenarnya belum begitu lancar mengendarai mobil. Menurut bapak mertua pun aku masih agak kaku. Kelihatan ketika aku muter-muter Kota Kenda dengan KUDA kesayangan Bapak. Namun jika terus berlatih dan berlatih, lama-lama insya Allah akan lancer. Aku sering melihat ibu-ibu, mba’-mba’, bahkan orang tua banyak yang menyetir mobil. Dalam benak aku berkata, mereka saja bisa, masa’ aku ga bisa. Dengan keyakinan tersebut aku yakin insya Allah bisa.

Namun juga aku tidak lupa berdoa, semoga keterampilan mengendarai mobil ini bisa diberkahi oleh Allah SWT dan bermanfat baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Bukit Kencana, 01 April 2014
Pkl. 22.56 WIB.
Share:

Latihan Nyetir Mobil #4 (Selesai)

Jum’at (28/03/2014) merupakan latihan terakhirku untuk nyetir mobil di kursus stir mobil “ANGKASA”. Di kali yang keempat ini aku latihan selama 2 (dua) jam berturut-turut mulai dari jam 13.00 WIB – jam 15.00 WIB. Berbeda dari biasanya yang hanya satu jam – satu jam. Di pertemuan yang keempat, aku dijadwalkan ketemu lagi dengan Pak Bambang yang pernah melatih di kali pertama. Masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya, aku masih tetap ditemani istri tercinta, Anny Riwayati yang selelu setia menemani.

Di awal latihan, aku diajari beberapa tekhink yang sangat bermanfaat untuk diaplikasikan ketika mengendarai mobil, yaitu teknik mundur lurus, parkir, memasukkan mobil ke garasi, dan berhengti di tanjakan. Latihan ini memang aku tunggu-tunggu dari kemarin, karena hal tersebut pasti akan selalu dilakukan oleh sang pengemudi. Latihan dilakukan di sekitar kampus Undip.

Untuk mundur lurus, kita harus benar-benar jeli dalam memperhatikan kaca spion sehingga bisa mundur atau parkir dengan sempurna. Harus benar benar bisa mengukur kapan saat nikung ketika parkir apalagi ketika parkir mundur. Selain itu, yang sangat penting untuk diperhatikan adalah kesabaran, tidak boleh terburu-buru apalagi bagi pemula. Ketika parkir harus parkir dengan sepelan mungkin biar tidak nabrak pembatas. Sedangkan untuk berhenti di tanjakan, ternyata tidak sulit. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah dengan menginjak kopling dengan penuh kemudian rem agar tidak mundur. Saat hendak mulai maju kembali, maka kopling dilepas pelan-pelan sampai terasa ada getaran (setengah kopling) kemudian melepas rem sambil mulai ngegas pelan-pelan dan mulai maju.

Setelah selesai latihan tersebut kami beranjak ke luar. Kali ini kami latihan agak sedikit jauh yaitu ke wilayah ungaran yang sudah berada di Kabupaten Semarang. Namun sebelum beranjak, kami isi bensin terlebih dahulu di pom bensin Undip. Ternyata dalam pengisian bensin pun memiliki teknik khusus. Berhenti terlebih dahulu dengan keadaan netral dan di rem tangan. Kemudian membuka pintu sedikit dan membuka panel pembuka tangki yang berada di samping kanan bawah kursi supir. Caranya dengan ditarik sehingga pintu penutup tangki terbuka dan sang pengisi bensin akan mengisi sendiri tanpa harus turun ke luar. Kemudian tutup pintu kembali dan jangan lupa bayar sebelum beranjak.

Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa rute yang akan ditempuh kali ini adalah menuju Ungaran. Di awal-awal aku agak kesulitan di sekitar Ngesrep karena jalannya yang super macet. Agar perjalanan agak cepat, aku masih dibantu Pak Bambang untuk mengendalikan stir sehingga bisa melewati kemacetan dan masuk ke jalan raya.

Alhamdulillah ketika masuk ke jalan raya terasa agak lega karena jalanan yang agak lebar dan tidak terlalu macet sehingga aku bisa ngeber gas sedikit demi sedikit. Selama perjalanan cukup banyak pelajaran yang aku terima, mulai dari mengambil posisi yang sebaiknya di posisi sebelah kanan, bagaimana menyikapi den mengukur kalau ada orang atau kendaraan yang melintas dan bagaiman kita memotong jalan. Kali ini rasanya agak beda, benar-benar terasa seperti perjalanan ke luar kota apalagi di kanan kiri banyak berpapasan dengan bis atau truk-truk besar. Kecepatan mobil yang aku supiri juga sudah mulai menambah sampai kecepatan 60 km/jam bahkan lebih terutama di jalan yang agak sepi dan lebar. Sesekali aku mendahului kendaraan yang agak lambat.

Selama perjalanan, kami tidak selamanya melewati jalan yang sepi dan lebar. Apalagi ketika pulang yang melewati jalan yang agak sempit karena kami melewati jalur yang berbeda. Muter melewati perkamupngan yang berada di sekitar Kampus Undaris dan masuk kembali lewat Gedawang dan Mulawarman yang berada di sekitar banyumanik. Sesekali Pak Bambang masih mengingatkan bahwa aku masih terlalu ke kiri. Ya memang untuk bisa pas kanan – kiri harus butuh banyak latihan dan praktek sehingga lebih lancar lagi.

Di akhir latihan aku sedikit dievaluasi sama Pak Bambang tentang hasil latihan aku selama 4 kali pertemuan ini. Bahwa aku memilki perkembangan yang cukup baik namun masih perlu tetap latihan agar semakin lancar, dan yang terpenting adalah kesabaran dan insting untuk bisa ngukur kanan-kiri sehingga mobil tetap berada di jalurnya. Aku juga meminta masukan dari istri tersayang yang setia menunggu di belakang. Komentar pertama yang di sampaikan adalah bahwa kali ini dia sudah bisa ketiduran di belakang, namun ya sama seperti yang di samapaikan Pak Bambang terutama dalam memperhatikan yang sebelah kiri agar tidak mengenai benda-benda yang tidak bergerak.

Al-hamdulillah latihanku telah selesai. Sebenarnya ingin ditambah lagi biar makin lancar. Namun karena uang di kantong yang terbatas, aku cukupkan dulu sampai sekian. Insya Allah kalau sudah punya mobil bisa dilancari lagi, yang penting teknik-teknik mengemudi sudah cukup banyak, tinggal melancarkan saja. Kalau ada rezeki insya Allah aku mau latihan lagi dan pada saatnya nanti istri tersayang juga akan ikut latihan. Terima kasih kepada kursus stir “ANGKASA” dan para instruktornya yang telah member bimbingan. Terim kasih juga buat istriku tersayang yang setia menemani.

Ds Purwosari - Kendal, 29 Maret 2014
Pkl. 06.11 Wib


Share:

Latihan Nyetir Mobil #3

Senin (24/03/2014) merupakan kali ke tiga aku latihan nyetir mobil. Kali ini latihannya dilakukan sore hari yaitu pkl. 17.00 – 18.00 wib di belakang swalayan ADA Setiabudi yang berada di sekitar gerbang Tol Sukun, Banyumanik. Kali ini aku latihan masih ditemani istri tercinta dan sang instruktor nyetir dari kursus nyetir mobil ANGKASA. Namanya Rizqi. Kali ini lebih muda dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Usianya masih sekitar 20-an namun cukup lincah dalam mengendarai mobil.

Hari ini aku latihan tidak seperti biasanya. Biasanya muter-muter jauh. Kali ini hanya di parkiran mobil. Namun cukup banyak ilmu yang aku dapatkan. Baik secara teori maupun praktek yang mendukung agar aku bisa sebera bisa menyetir mobil.

Kali ini aku dilatih dari bagaimana menghidupkan mesin. Ternyata dalam menghidupkan mesin ada banyak yang perlu diperhatikan. Pertama pastikan, lampu indikator BBM sudah mati sehingga mesin siap untuk dinyalakan. Kedua, pastikan gigi porsneling benar benar dalam keadaan Netral. Baru mesin boleh untuk dinyalakan.

Selain latihan menghidupkan mesin, kali ini aku lebih banyak pada pemanasan dan latihan menggunakan insting. Pemanasannya adalah latihan memutar setir mobil dangan dengan benar dan cepat baik dilakukan dengan dua tangan atau satu tangan pada kecepatan gigi satu dan gigi dua dengan setengah kopling sehingga putarannya benar-benar habis. Hal ini diulang terus menerus sampai benar-benar lincah. Karena jarang berolah raga, aku sampai keringatan dalam latihan ini.

Setelah itu latihan menggunakan insting. Latihannya dengan meletakkan pembatas di depan dan mobil di maju dan mundurkan sehingga aku bisa mengenakan ujung mobil pada pembatas itu tapi tidak boleh terlalu kena sehingga pembatas jadi jati. Lebih kurang sekitar 15 kali aku melakukan ini, namun hanya 2 kali yang berhasil. Namun selain latihan insting aku sambil latihan maju dan mundurkan mobil dengan cara mengerem yang baik, dengan halus sehangga tidak terasa ada tekanan yang berlebihan. Satu hal yang perlu terus ditanamkan adalah jika mau berhenti maka injak kopling terlebih dahulu sampai sempurna baru mulai menginjak rem. Menginjak rem dan gas juga cukup dengan ibu jari, tetapi dalam menginjak kopling harus dilakukan dengan telapak kaki.

Tidak terasa waktu sudah mau maghrib sehingga kami kembali ke kantor. Meski tidak banyak jalan ke mana-mana namun, banyak sekali rasanya yang aku dapatkan hari ini. Membuat tidak sabar untuk segera mengendarai mobil di jalan raya.

Semarang, 25 Maret 2014
Pkl. 13.30 Wib.
Share:

Latihan Nyetir Mobil #3

Senin (24/03/2014) merupakan kali ke tiga aku latihan nyetir mobil. Kali ini latihannya dilakukan sore hari yaitu pkl. 17.00 – 18.00 wib di belakang swalayan ADA Setiabudi yang berada di sekitar gerbang Tol Sukun, Banyumanik. Kali ini aku latihan masih ditemani istri tercinta dan sang instruktor nyetir dari kursus nyetir mobil ANGKASA. Namanya Rizqi. Kali ini lebih muda dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Usianya masih sekitar 20-an namun cukup lincah dalam mengendarai mobil.

Hari ini aku latihan tidak seperti biasanya. Biasanya muter-muter jauh. Kali ini hanya di parkiran mobil. Namun cukup banyak ilmu yang aku dapatkan. Baik secara teori maupun praktek yang mendukung agar aku bisa sebera bisa menyetir mobil.

Kali ini aku dilatih dari bagaimana menghidupkan mesin. Ternyata dalam menghidupkan mesin ada banyak yang perlu diperhatikan. Pertama pastikan, lampu indikator BBM sudah mati sehingga mesin siap untuk dinyalakan. Kedua, pastikan gigi porsneling benar benar dalam keadaan Netral. Baru mesin boleh untuk dinyalakan.

Selain latihan menghidupkan mesin, kali ini aku lebih banyak pada pemanasan dan latihan menggunakan insting. Pemanasannya adalah latihan memutar setir mobil dangan dengan benar dan cepat baik dilakukan dengan dua tangan atau satu tangan pada kecepatan gigi satu dan gigi dua dengan setengah kopling sehingga putarannya benar-benar habis. Hal ini diulang terus menerus sampai benar-benar lincah. Karena jarang berolah raga, aku sampai keringatan dalam latihan ini.
 
Setelah itu latihan menggunakan insting. Latihannya dengan meletakkan pembatas di depan dan mobil di maju dan mundurkan sehingga aku bisa mengenakan ujung mobil pada pembatas itu tapi tidak boleh terlalu kena sehingga pembatas jadi jati. Lebih kurang sekitar 15 kali aku melakukan ini, namun hanya 2 kali yang berhasil. Namun selain latihan insting aku sambil latihan maju dan mundurkan mobil dengan cara mengerem yang baik, dengan halus sehangga tidak terasa ada tekanan yang berlebihan. Satu hal yang perlu terus ditanamkan adalah jika mau berhenti maka injak kopling terlebih dahulu sampai sempurna baru mulai menginjak rem. Menginjak rem dan gas juga cukup dengan ibu jari, tetapi dalam menginjak kopling harus dilakukan dengan telapak kaki.

Tidak terasa waktu sudah mau maghrib sehingga kami kembali ke kantor. Meski tidak banyak jalan ke mana-mana namun, banyak sekali rasanya yang aku dapatkan hari ini. Membuat tidak sabar untuk segera mengendarai mobil di jalan raya.

Semarang, 25 Maret 2014
Pkl. 13.30 Wib.
Share: