Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kopi Gelas Besar

"Mas Kopi Capucino satu ya, pakai gelas besar."

Pagi itu, 31 Desember 2021, dalam sebuah kunjungan kerja ke Kota Slawi Kabupaten Tegal, aku tertarik untuk mengawali hari dengan segelas kopi. Sekalian sarapan pastinya. Aku sarapan bersama seorang teman yang memang sehari-hari bertugas di kota Teh Poci Tersebut. Tak lama berselang, kopinya datang diantar oleh seorang pelayan warung. Ketika diletakkan di atas meja di depanku, ada sedikit kondisi yang membuatku sedikit tercengang. Kopi yang diantar dengan gelas besar pada umumnya di warung-warung ternyata hanya diisi air setengah gelas.

Ha... Aku tersenyum tipis sambil melirik dan berbisik kepada teman yang ikut sarapan bersama, "Gelasnya besar, tapi isinya separuh." Benar-benar bikin kami tertawa geli bersama. "Mas, tolong airnya dipenuhi ya," selanjutnya aku minta tolong kepada karyawan warung tersebut agar airnya ditambah. Tak lama berselang, akhirnya Kopi Capucino gelas besarnya datang diisi dengan penuh seperti yang diharapkan.

Begitulah komunikasi.

Aku tentu tidak menyalahkan sang pembuat kopi tersebut. Karena bisa jadi memang persepsi saya dan beliau yang berbeda. Pada umumnya orang kalau minum identik dengan cangkir. Karena itu ada istilah yang biasa kita dengar secangkir kopi, bukan segelas kopi. Sedangkan saya berpikiran lain, pakai gelas besar agar airnya lebih banyak juga tidak terlalu pahit sesuai dengan seleraku.

Namun ada pelajaran yang berharga yang dapat diambil dari kejadian tersebut. Bahwa dalam berkomunikasi terkadang kita perlu mendetailkan sebuah perintah atau permintaan agar lawan berbicara paham apa yang kita maksudkan. Kesalahan yang sering terjadi pada diri kita adalah ketika kita memandang orang lain yang paham dengan apa yang kita pikirkan atau apa yang ada di dalam hati kita. Hal itulah yang terkadang membuat terjadi komunikasi yang tidak menyambung antara satu dengan yang lain.

Padahal orang yang berinteraksi dengan kita bisa jadi masih banyak yang perlu dijelaskan apa yang kita maksudkan. Seperti halnya kopi Capucino gelas besar tadi. Maksud saya adalah kopi yang dibuat di gelas besar tentu dengan air yang penuh. Tetapi yang ditangkap oleh orang lain, kopi di gelas besar dengan air jumlah air yang biasanya untuk minum kopi.

Sudah ngopi belum, Lur?
Share: