Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Perayaan Tahun Baru (Masehi) ?

Banyak yang beranggapan bahwa perayaan tahun baru adalah urusan duniawi yang tidak ada kaitannya dengan akidah. Padahal secara historis, perayaan tahun baru Masehi tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan ritual penyembahan dewa Janus dalam agama paganisme (agama kafir penyembah berhala).

Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke-46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu. (The World Book Encyclopedia, 1984, volume 14 hlm. 237).

Ke dalam agama Kristen, tradisi pagan ini diadopsi dengan menjadikan hari Dewa Janus tanggal 1 Januari menjadi Tahun Baru Masehi, sehingga muncullah pemisahan masa sebelum Yesus lahir pun (Sebelum Masehi/SM) dan sesudah Yesus lahir (Tahun Masehi/M).

Di Persia yang beragama Majusi (penyembah api), tanggal 1 Januari juga dijadikan sebagai hari raya yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus. Dalam perayaan itu, mereka menyalakan api dan mengagungkannya, kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan minuman keras (khamr). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.

Shahabat Abdullah bin ’Amr RA memperingatkan dalam Sunan Al-Baihaqi IX/234: ”Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya Nairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.”

Semoga kita tidak bersikap latah dengan ikut-ikutan merayakan Tahun Baru Masehi atau sekedar mengucapkan "Selamat Tahun Baru". Wallahul musta'an.
Share:

Selamat Hari Natal ?

Muslimin : bagaimana natalmu ?

Kristian : baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku ?

Muslimin : tidak, agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu, tapi toleransi trhadap akidah dan ibadah, agama saya melarangnya.

Kristian : tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata2 ? Teman muslimku yg lain, mengucapkannya padaku ?

Muslimin : mungkin mereka belum mengetahuinya, apa kau bisa mengucapkan dua kalimat syahadat?

Kristian : oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya.­­.. Itu akan mengganggu kepercayaan saya…

Muslimin : kenapa ? Bukankah hanya kata2 ? Ayo, ucapkanlah …

Kristian : sekarang, saya mengerti..

Dialog di atas saya hanya logika sederhana agar kita tidak sembarang mengucapkan “Selamat Hari Natal kepada umat Kristiani.

Memang Allah Swt. memerintahkankan kepada kita untuk membalas penghormatan yang diberikan orang lain (selain muslim) dengan yang lebih baik dari padanya, atau dengan yang serupa (lihat QS An Nisaa : 86). Tapi tidak dengan mengucapkan "Selamat Hari Natal". Sebagaimana mereka mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri. Walapun pengucapan ini berkaitan dengan aspek sosial (mu'amalah) tapi di dalamnya didasari pada aspek keyakinan (keimanan).

Bukankah Hari Natal adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Allah yang mejelma.  Dan pengucapan Selamat Hari Natal adalah simbol dalam peringatan tersebut. Pantaskah seorang muslim ikut-ikutan dalam mensyiarkan simbol keyakinan agama lain. Betapa kita sudah diperingatkan oleh Allah Swt. bahwa orang Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah ridho kepada kita hingga kita mau ikut-ikutan seperti mereka (lihat QS Al-Baqarah: 120).

Dan kita, yang menyatakan diri sebagai seorang muslim ini, perlu hati-hati terhadap apa yang kita lakukan terutama perkara-perkara yang sifatnya syubhat yang belum jelas antara boleh dan tidaknya apalagi ini berkaitan dengan budaya agama orang lain. Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut-ikutan memberikan selamat Hari Natal akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya.  Bukankah Rasulullah juga sudah memperingatkan, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia adalah bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Smoga kita tidak menjadi bagian dari mereka. Wallahul musta’an.
Share:

Lama Tak Up-Date Blog

Kangen juga lama-lama sam blog kesayanganku ini. Karena sudah 4 (empat) bulan tidak up-date content. Hanya sesekali buka laman untuk mengetahui apakah ada komentar baru yang perlu dibalas. Tapi hasilnya nihil. Ini tentunya aku akui karena jarang update, jadi jarang ada yang buku.

Selama empat bulan terakhir rasanya berat sekali untuk menulis meski catatan-catatan sederhana seputar kejadian-kejadian yang aku alami sehari-hari. Hal ini mungkin karena selama empat bulan terakhir aku selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan individu, keluarga, kuliah, pekerjaan dan lain-lain.

Hari ini ingin aku tuntaskan pengangguranku selama ini, karena sudah lama sekali rasanya tidak menulis “sesuatu” di blog ini. Meski dengan catatan singkat ini. Semgo catatan kecil ini dapat menjadi pemantik untuk membuat tulisan-tulisan baru sehingga blog ini tetap eksis dan menginspirasi para pembacanya.
Share:

Dialog Iman #1: Ingin Menjadi Penghafal Al-Qur'an


Dialog Iman #1 Santri Kuttab Al-Fatih Semarang.
"Ingin menjadi Penghafal Al-Quran"

Dialog ini terjadi antara santri kuttab yang bernama Lia dengan ayahnya, Pak Surahnomo.
  
Redaksinya kira-kira begini:
Lia (Anak), “Yah, sekarang cita-cita Lia berubah. Lia mau jadi penghafal Al-Qur'an saja.”
Pak Suharnomo (Ayah) heran dan bertanya, “Kenapa? katanya mau jadi dokter..”
Anak, “kalau hafal qur'an dijamin masuk surga.”
Ayah, “ .....???” Sang ayah langsung mengelus dada sambil berfikir.

Dari penuturan Pak Suharnomo Kaslan Suharnomo, salah satu wali santri Kuttab yang juga ketua Yayasan Kuttab Al-Fatih Semarang.

Menunggu Dialog Iman berikutnya.
Share:

Wifi tanpa Pesawat Telepon















Apakah anda sudah punya wifi di rumah atau di kos sendiri? Jika sudah, maka Anda abaikan saja tulisan ini. Namun jika belum, maka Anda ada baiknya membaca tulisan ini sampai selesai. Kali saja memberi manfaat sehingga bisa diterapkan di rumah atau kos sendiri.


Salah satu hal mendasar yang sering dianggap kendala untuk membuat wifi sendiri di rumah adalah tidak ada telepon rumah. Sekarang perkembangan teknologi sudah berkembang sehingga segala sesuatu dapat diperoleh dengan mudah. Contohnya wifi di rumah sehingga dapat hotspotan dengan mudah tanpa harus menggunakan pesawat telepon. 

Untuk membuat wifi sederhan di rumah sendiri caranya cukuplah sederhana dan biaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu mahal. Perangkat utama yang harus dimiliki adalah hanya Wireless Router, dan Modem beserta kartumya. Anda tinggal mencolokkan modem ke router, selanjutnya tingga menyambungkan jaringan wireles yang sudah terdeteksi di laptop. 

Untuk perangkat Wireless Router, sekarang sudah banyak di jual di toko (aksesoris) komputer. Dengan berbagai merek yang tersedia. Saya sarankan merek TP-Link model TL-MR3240, karena bisa digunakan (competible) untuk modem GSM maupun CDMA, selain sinyalnya yang juga cukup bagus. Harga yang ditawarkan di toko sekitar Rp. 290.000. Sedangkan untuk modemnya silahkan dipilih sesuai dengan keinginan Anda dengan pilihan harga yang variatif. Demikian juga kartunya, disesuaikan dengan sinyal yang kuat di tempat Anda. Sebagai contoh hitung-hitungan sederhana, untuk membeli router, modem, dan perdana three 5 GB butuh sekitar Rp.550.000. 

Jika belum paham dengan detil, Anda bisa berkonsultasi dengan penjual Router atau modem di toko tempat anda mau beli router. Jika mau, Anda bisa berkonsultasi dengan saya. Bahkan untuk pemesanan dan settingan awal, saya siap membantu. Bagi yang sibuk dengan berbagai kegiatan untuk wilayah semarang, saya bisa antar ke tempat. Tentu dengan tambahan biaya transportasi.
Share:

MUSLIM STRESS



Sebelum membaca lebih jauh, semoga Anda tidak terprovokasi dengan judul yang saya buat. Karena ketika membaca judul di atas yang muncul di benak Anda adalah seorang umat islam yang sedang mengalami stress, depresi, atau bahkan gangguan jiwa seperti orang yang sedang mengidap penyakit schizophrenia.  Melainkan tulisan ini adalah tips sederhana bagi seorang muslim ketika sedang mengalami kejenuhan atau tekanan sehingga tidak sampai pada depresi. Oleh karena itu sebaikanya Anda melanjutkan membaca tulisan sederhana ini hingga selesai dan tidak berhenti di paragraf ini.

Manusia pada umumnya pasti mengalami kejenuhan dalam rangkaian aktivitas sehari-hari yang ia kerjakan. Jenuh dalam artian ia mengalami kebosanan dengan rutinitas yang itu-itu saja atau jenuh dalam artian tekanan pekerjaan yang semakin hari semakin terasa berat.  Sebagai contoh sederhana seorang guru misalanya. Setiap hari ia berangkat kerja di pagi hari sebelum pelajaran dimulai, kemudian mengajar anak-anak di sekolah. Siang hari setelah selesai mengajar ia kembali ke rumah. Aktivitas itu dilakukan setiap hari, shingga tidak menutup kemungkinan ada saatnya ia akan jenuh atau bosan dengan pekerjaan yang ia lakukan.
Share:

MUROTTAL MISHARY RASHID

Murottal Al-Qur'an Mishary Rashid Al-Afasy

Selamat berkunjung kembali di blog INSPIRAZIS. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi posting tentang Murottal Al-Quran Misyari Rasyid. . semoga bermanfaat.


Untuk tetap mendukung eksistensi beliau yang bersangkutan, direkomendasikan untuk membeli Kaset/CD original.


Untuk mempercepat dan mempermudah saat download mp3 Murottal Al-Quran Mishary Rashid Al-Afasy, klik kanan pada link download lalu pilih Open link in new tab (buka tautan di tab baru).

[001] Al Faatihah | Download | 819.9 KB
[002] Al Baqarah | Download | 115.6 MB
[003] Ali 'Imran | Download | 72.1 MB
[004] An Nisaa' | Download | 73.2 MB
[005] Al Maa'idah | Download | 57.7 MB
Share:

Rihlah Ilmu di Al-Wadi Al-Mubarok dan Villa Putri


Hari ke dua, Sabtu 18/05/2013, di Cisarua dalam rangka Rihlah Guru Kuttab Al-Fatih cukup berkesan. Ada banyak agenda yang dilaksanakan pada hari ini mulai dari qiyamullai sampai rihlah ilmu baik yang dilaksanakan di villa maupin ke Wadi Mubarok. Yang mana dalam setiap agenda tentu ada hikmah yang menyelimutinya baik untuk diri sendiri maupun bagi peserta secara umum. Pada catatan sederhana ini akan saya torehkan rangkain kegiatan yang kita lakukan seharian ini beserta hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari setia kegiatan maupun peristiwa.

Agenda pertama yang dilakukan setelah bangun tidur tentu adalah qiyamullail. Di mana semua peserta dibangunkan untuk qiyamullail sampai menunggu adzan subuh. Aku sendiri ketika terbangun dari tidur sudah menyaksikan beberapa ustadz yang qiyamullai. Ada yang bacaan qur’annyadibacakan secara sirr (lirih) ada juga yang secara zhohir (terdengar keras). Dari mimik wajah serta bacaan sholat para ustadz kelihatan bahwa mereka sholat dengan sangat khusyu’. Karena shalat tahajjud dijadikan sarana untuk murojaah bacaan. Kemudian dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah dan kultum yang disampaikan oleh salah satu ustadz Kuttab al-Fatih. 

Salah satu agenda besar yang dilakukan di hari ini adalah rihlah ilmu ke Al-Wadi Al-Mubarok di Desa Kuta Kecamatan Megamendung Kab. Bogor. Karena keberangkatan ke tempat tersebut dilaksanakan jam 09.00 wib, maka sebelum berangkat para guru terlebih dahulu olah raga dan sarapan pagi.
Share:

At Villa Putri Cisarua with The Big Family of Kuttab Al-Fatih



Jum'at (17/05) sekitar pukul 16.00 Wib, saya bersama rombongan Kuttab Al-Fatih meluncur ke daerah Cisarua Bogor – Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan rihlah guru-guru Kuttab Al-Fatih dengan tema Rihlah Menambah Taqwa. Artinya rihlah yang tujuan utama bukan untuk rekereasi namun untuk mencari ilmu sehiungga bisa meningkatkan keimanan serta ketakwaan para guru. Dengan demikian, nilai keilmuan para asatidz yang berbasis iman dan taqwa ini bisa ditularkan kepada segenap santri Kuttab Al-Fatih. Insya Allah rihlah ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu sampai hari Ahad, 19 Mei 2013 di mana saya merupakan perwakilan dari Kuttab Al-Fatih Cabang Semarang.

Perjalanan ke Bogor ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang berangkat dengan menggunakan sepeda motor yaitu para guru ikhwan, dan kelompok yang berangkat dengan menggunakan mobil yang didominsai oleh para ustadzah. Menjelang mau berangkat, tiba-tiba Depok diguyur hujan lebat. Namun rencana perjalanan tidak tertunda karena hujan, apalagi hujan itu sebanarnya rahmat dan berkah tersendiri bagi makhluk  ciptaan Allah terutama manusia.
Share:

Kali Kedua di Kuttab Al-Fatih Depok


Kali ini kedua kalinya bagi saya datang kembali ke Kuttab Al-Fatih Pusat di Depok. Setelah awal hingga pertengahan mei lalu juga baru dari Kuttab Al-Fatih Depok untuk mengikuti diklat guru-guru Kuttab Al-Fatih. Namun kedatangan kali ini adalah dalam rangka rihlah guru-guru kuttab yang insya Allah akan dilaksanakn besok jumat, 17 Mei 2013 sampai dengan 19 Mei 2013. Kalau pada kesempatan saya bereenam bersama ustadz ustadzah Kuttab Al-Fatih Semarang, tapi kali ini hanya sendiri mewakili Kuttab Al-Fatih Semarang.

Keberangkatan ke Depok dimulai dari rumah kontrakan di Mranggen tadi pagi sekitar jam 6.30 wib. Dari rumah ke stasiun Tawang ditemani oleh istri tercinta. Harapannya sich bisa ke depok bersama istri, tapi karena besok Sabtu dan Ahad istri ada kuliah, jadi aku hanya berangkat sendirian. Dari stasiun Tawang, kereta Fajar Utama yang aku tumpangi berangkat jam 8.00 wib.
Share:

Kali Kedua di Kuttab Al-Fatih Depok

Kali ini kedua kalinya bagi saya datang kembali ke Kuttab Al-Fatih Pusat di Depok. Setelah awal hingga pertengahan mei lalu juga baru dari Kuttab Al-Fatih Depok untuk mengikuti diklat guru-guru Kuttab Al-Fatih. Namun kedatangan kali ini adalah dalam rangka rihlah guru-guru kuttab yang insya Allah akan dilaksanakn besok jumat, 17 Mei 2013 sampai dengan 19 Mei 2013. Kalau pada kesempatan saya bereenam bersama ustadz ustadzah Kuttab Al-Fatih Semarang, tapi kali ini hanya sendiri mewakili Kuttab Al-Fatih Semarang.

Keberangkatan ke Depok dimulai dari rumah kontrakan di Mranggen tadi pagi sekitar jam 6.30 wib. Dari rumah ke stasiun Tawang ditemani oleh istri tercinta. Harapannya sich bisa ke depok bersama istri, tapi karena besok Sabtu dan Ahad istri ada kuliah, jadi aku hanya berangkat sendirian. Dari stasiun Tawang, kereta Fajar Utama yang aku tumpangi berangkat jam 8.00 wib.

Sepi juga sich kalau sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jakarta hanya sendirian, apalagi kalau teman duduk satu bangku kayaknya sulit untuk diahak ngobrol. Sehingga aku hanya duduk diam sepanjang perjalanan. Untung kereta yang aku tumpangi agak sepi jadi bisa cari bangku kosong untuk tidur dan baca-baca.

Akhirnya sampai juga di stasiun jatinegara jam sekitar jam 15.00 wib. Karena tidak ada yang jemput jadi harus melanjutkan naik Commuter Line (KRL) ke Depok. Sekeluar dari Stasiun Jatinegara aku langsung membeli karcis untuk KRL tujuan Depok. Akhirnya aku bisa beli karcis di loket dengan harga Rp. 8.000.

Perjalanan dari Jatinegara dimulai sekitar pukul 15.30 dengan KRL. Sebenarnya ada kereta yang bisa langsung ke Depok, namun atas usulan petugas, biar lebih cepat, aku diarahkan untuk transit di Manggarai karena keretanya juga sudah mau berangkat. Dari Jatinegara ke Manggarai hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Keretanya cukup sepi dan nyaman.

Setiba di Manggarai aku turun dari KRL dan melanjutkan perjalanan menuju Depok. Dari Manggarai kereta menuju Depok berangkat sekitar pukul 16.00 wib sehingga aku harus menunggu sejenak. Ketika kereta tiba aku langsung naik. Tapi,, Waw,, Ternyata KRL-nya sangat sangat penuh dan berdesek-desakan. Jangankan tempat duduk, untuk berdieri saja sulit mencari tempat yang PeWe. Akhirnya aku berdiri di antara kerumunan orang banyak. Sambil berdiri aku menikmati perjalanan menuju Depok. Atas petunjuk Ust Galan, kepala Kuttab Al-Fatih Pusat dan Ust Dika, guru Kuttab Al-Fatih Pusat, aku berhenti di stasiun Universitas Indonesa.

Sekitar jam 16.30 baru tiba di stasiun UI. Sejenak aku melirik ke kanan dan ke kiri melihat-lihat suasana sekitar stasiun dan depan kampus UI. Baru kali ini aku berada di depan gerbang UI sambil melihat mahasiswa yang berseliweran baik menuju stasiun maupun yang menunggu angkutan. Karena Ust. Dika, yang menjemput, masih dalam perjalanan maka saya menunggunya di halte UI sambil menikmati suasana halte.

Akhirnya Ust. Dika datang menjemput. Dan kami melanjutkan perjalanan dari stasiun UI ke Kuttab Al-Fatih Depok. Ternyata jaraknya cukup dekat hanya sekitar 10 menit, saya tiba di Kuttab Al-Fatih Depok untuk yang ke dua kalinya. Di sini bisa bercengkrama lagi dengan para ustadz-ustadz Kuttab Al-Fatih Pusat. Depok, Here I’m.

Markaz Kuttab Al-Fatih Depok, 16 Mei 2013
22.00 Wib
Share:

Usaha Mendapatkan Lepi Baru



Sudah lama sekali rasanya tidak meng-update blog kesayanganku ini, inspirazis. Jangankan meng-update tulisan, sekedar berkunjung pun rasanya malas. Alasannya sederhana, karena laptop lamaku yang bermerk quantel lambatnya bikin stress apalagi ketika membuka internet bahkan membuka membuka-membuka dokumen sederhana pun membutuhkan waktu yang lama. Aku ga begitu tahu kenapa seperti itu, barangkali karena memang sudah tua meski baru berumur sekitar 5 tahun.

Kali ini aku akan mencoba up-date tulisan di blog kembali karena hari ini perasaanku cukup senang karena bisa membuat tulisan di lepi baru yang lumayan cepat loadingnya. Wajarlah karena spesifikasinya memang agak tinggi dibandingkan dengan lepi lama yaitu Netbook HP type pavilion seri dm 1-4000 dengan processor AMD Dual Core, RAM 2 GB, HDD 500 GB.  Sebenarnya yang berkesan dari Lepi ini adalah bukan pada spesipikasinya namun proses bagaimana aku mendapatkannya.
Share:

Belajar Sambil Bermain ?

Pendidikan negara kita di zaman ini sepertinya butuh dikaji ulang, terutama yang berhubungan dengan metode pembelajarannya. Mengapa? Karena dalam pembelajaran itu metode memainkan peranan yang sangat penting bahkan dalam sebuah kaidah pembelajaran masyhur diketahui bahwa metode lebih penting daripada materi, at-thoriqatu ahammu minal maaddah. Salah satu yang umum dapat kita lihat dalam metode pembelajaran adalah banyaknya permainan yang selalu disandingkan dengan pembelajaran sehingga tidak jalang ditemui istilah belajar sambil bermain.

Islam sebagai agama yang syamil juga ternyata telah membicarakan istilah permainan di banyak tempat baik dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Istilah permainan dalam al-Quran dan al-Hadits disebutkan dengan istilah la’ib (permainan), lahwun (lalai), dan laghwun (perktaan yang sia-sia) dengan segala derivasinya. Di dalam al-Qur’an, paling tidak dapat dijumpai istilah la’bun dengan segala bentuk derivasinya sebanyak 20 kali. Antara lain dalam surat al-Maidah: 57, 58; al-An’am: 32, 70, 91; al-A’raf: 51, 98; at-Taubah: 65; Yusuf: 12; al-Anbiya’: 2, 16, 55; az-Zukhruf: 83; al-Ankabut: 64; ad-Dukhan: 9, 38; Muhammad: 36; al-Hadidi: 20, al-Ma’arij: 42; dan surat ath-Thur: 12.

Setelah dikaji dengan seksama ternyata dari semua ayat-ayat tersebut dapat ditarik benang merah bahwa bermain memiliki potensi makna yang negatif. Apalagi ketika kata bermain sering dirangkai dengan istilah laghwun atau lahwun yang menunjukkan pada kesia-siaan. Kecuali dalam surat Yusuf ayat 12, di mana makna bermain cenderung bermakna bersenang-senang. Namun jika dilihat ayat-ayat sebelumnya dapat dilihat bahwa ada rencana jahat saudara Nabi Yusuf a.s untuk mencelakakannya atas kelalaiannya. Dari ayat-ayat tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa makna permainan cenderung pada pemaknaan yang negatif.

Sementara dalam al-Hadits pun dapat kita temui istilah bermain dengan segala bentuk derivasinya. Dalam kita al’abul athfal fissunnah an-nabawiyah (permainan anak-anak dalam sunah nabawiyah) disebutkan banyak sekali al-Hadits yang menyebutkan tentang permainan di zaman Nabi Muhammad SAW dan bagaimana beliau menanggapi jenis-jenis permainan yang belia temukan pada diri para sahabat rasul yang masih kecil di masanya.

Pada prinsipnya mainan yang diperbolehkan oleh Nabi adalah yang tidak melalaikan. Hal ini ditunjukkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. bahwa ketika Aisyah r.a berada di atas Urjuhah (ayunan/junkat-jungkit) di waktu dhuha maka Nabi langsung memanggilnya dan memintanya untuk berhenti. Selain tidak melalaikan, permainan pun hendaknya yang dapat memberi manfaat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dari Robi’ bintu Mu’awwidz bahwa mereka melatih anak-anak mereka berpuasa. Mereka membuatkan mainan dari kapas dan memberikannya ketika anak-anak mereka sedang menangis hingga mereka dapat tetap berpuasa hingga waktu berbuka tiba.

Pada masa kanak-kanak, manusia memiliki daya imajinasi yang tinggi. Terkadang apa yang dipikirkan mereka tidak terpikirkan oleh dewasa. Apa saja bisa dijadikan permainan dengan segala kreativitasnya sehingga permainan itu juga perlu mengandung unsur pengetahuan. Sebagaimana yang disebutkan dalam sunan Abu Daud bahwa Aisyah r.a. pernah memiliki boneka-boneka dan di tengah-tengah bonekanya itu terdapat kuda yang memiliki sayap. Kemudian rasul menanya tentang boneka ita. Aisyah menjawab bahwa boneka-boneka itu adalah anak-anak Aisyah r.a. kemudian ketika ditanya tentang kuda yang bersayap, Aisyah mengingatkan Rasul tentang Nabi Sulaiman yang pernah memiliki kuda yang memiliki sayap. Imajinasi yang luar biasa namun di dalamnya terdapat pengetahuan tentang keluarga juga tentang kenabian Nabi Sulaiman a.s.

Selain ketiga unsur di atas perlu juga dilihat karakteristik benda yang dimainkan. Bahwa benda yang dijadikan permainan hendaknya tidak mengandung unsur haram atau najis. Seperti yang disebutkan dalam yang diriwayatkan dari Ali oleh Ahmad dan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Ali bahwa cucu Nabi SAW Hasan dan Husain pernah memiliki mainan berupa anak anjing yang masuk ke rumah. Hal ini menyebabkan malaikat Jibril tidak mau masuk ke rumah Nabi karena malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung, anjing dan junub. Oleh karena itu mainan hendaknya berupa benda yang halal dan jika pun terpaksa seperti anjing maka tidak boleh masuk ke dalam rumah.

Itulah sedikit kajian tentang permainan jika ditinjau dari pendidikan Islam. Yang mana pada prinsipnya adalah permainan dalam dunia pendidikan merupakan sesuatu yang memiliki kecenderungan yang amat besar kepada hal-hal yang bersifat negatif karena akan mengakibatkan kelalaian. Selain itu permainan sesungguhnya dapat menghilangkan konsentrasi anak pada pelajaran. Salah satu efeknya adalah jika dalam sebuah pembelajaran tidak terdapat unsur permainan maka si anak bisa jadi tidak tertarik pada pelajaran. Pikirannya akan tertuju pada permainan. Oleh karena itu, salah besar jika sebuah permainan harus dicampuradukkan dengan pelajaran. Tidak ada istilah belajar sambil belajar. Kita harus bisa tegas bahwa belajar adalah belajar dan bermain itu tetap koridornya pada sebuah permainan, meskipun mungkin ditemukan pelajaran dalam sebuah permainan.

Pada umumnya dunia anak memang dunia bermain, namun permainan tersebut tidaklah perlu dilembagakan karena secara alami anak akan mencari permainan dengan sendirinya dan di sana dia akan belajar kreativitas dan berimajinasi. Hanya saja karena pada dasarnya permainan memiliki kecenderungan negatif maka permainan itu harus dikondisikan sedemikian rupa sehingga permainan tidak menjurus kepada kesia-siaan dan kelalaian, memberi manfaat dan pengetahuan serta terhindar dari hal-hal yang dilarang dalam agama.



Depok, Selasa 09 April 2013
Mencuri waktu di sela-sela kegiatan diklat guru-guru Kuttab Al-Fatih
Depok 07-17 April 2013
Share:

Runtuhnya “Keimanan” Ayah dan Kaum Ibrahim a.s.


Siapa yang tidak kenal dengan Nabi Ibrahim a.s. Seorang nabi cerdas yang dari keturunannya banyak dilahirkan nabi-nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW sehingga Nabi Ibrahim a.s. dijuluki sebagai Abul Anbiya’ (Bapak Para Nabi). Di dalam al-Qur’an, Allah SWT juga ditemui banyak kisah-kisah yang menunjukkan tentang kecerdasan Nabi Ibrahim a.s. Di antaranya terdapat dalam surat Maryam ayat 9 dan surat Al-An’am ayat 74 yang berkisah tentang usaha Nabi Ibrahim a.s. untuk memberi nasihat kepada ayahnya, Azar, agar tidak melakukan kesyirikan. Dalam al-Qur’an surat ash-Shâffât ayat 95-98, al-Ankabût ayat 22-25, al-Anbiyâ` ayat 68-69 juga dikisahkan tentang Nabi Ibrâhîm a.s yang tegar dan tabah dalam menghadapi ujian dan siksaan. Serta masih banyak ayat-ayat dalam al-Qur’an yang menceritakan tentang Nabi Ibrahim a.s. yang patut diambil ibrohnya untuk dilaksanakan dalam kehidupan keseharian kita.
Ada satu kisah menarik tentang bagaimana Nabi Ibrahim a.s meruntuhkan “keimanan” ayah dan kaumnya, penduduk negeri Harran. Kisah tersebut juga dapat kita jadikan sebagai pelajaran yang berharga tentang ketauhidan, betapa di dunia ini tidak ada yang dapat diyakini suatu apapun yang dapat memberi kenikmatan dan bahaya kecuali Allah SWT. Dalam kisah tersebut juga diceritakan betapa Nabi Ibrahim a.s memiliki keteguhan dalam menegakkan kebenaran meskipun nyawa taruhannya. Di mana kisah tersebut diabadikan  dalam al-Qur’an surat Al-anbiya’ [21] ayat 51-69.
Dalam ayat-ayat tersebut terjadi dialog yang alot antara Nabi Ibrahim a.s. dengan ayah dan kaumnya tentang berhala-berhala yang disembah mereka.
Share:

Pelajaran dari Jaga Malam RT


Tadi malam, 01 Januari 2013, merupakan malam pertama bagiku untuk  jaga malam di wilayah RT di mana aku tinggal. Meskipun tadi malam bukan malam pertama untuk jaga malam karena dulu ketika masih di pondok pun aku sudah sering jaga malam sebagai harisullail (jaga malam).
Karena cuaca agak sedikit gerimis bapak-bapak di lingkungan RT nongkrongya tidak di POSKALING tapi di serambi rumah Pak RT. Kebetulan bapak ketua RT juga membuka warung yang cukup nyaman dibuat nongkrong meskipun sebenarnya bentuknya bukan seperti kedai kopi atau warung angkringan yang ada di pinggir jalan. Tapi cukup nyaman dijadikan tempat nongkrong bapak-bapak dikala malam tiba.
Share: