Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Agar Hidup Selalu Bahagia, Beginilah Seharusnya Cara Merespons Setiap Peristiwa yang Terjadi dalam Kehidupan

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Rabu, 25 Desember 2023
Pemateri: Ust. K.H. Adi Pratama Larisindo

Allah tidak pernah zalim
QS. Yunus [10] ayat 44
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّا سَ شَيْـئًا وَّلٰـكِنَّ النَّا سَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
"Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri."

QS. Al-Hajj [22] ayat 46
اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَاۤ اَوْ اٰذَا نٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا ۚ فَاِ نَّهَا لَا تَعْمَى الْاَ بْصَا رُ وَلٰـكِنْ تَعْمَى الْـقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

"Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada."

Puncak kebaikan adalah keikhlasan.

Mereka yang bahagia adalah Mereka yang tetap bersyukur apa pun kondisi kehidupannya. Sangat penting untuk hidup dalam zona kesyukuran.

Perbuatan Baik
QS. An-Nahl [16] ayat 30
وَقِيْلَ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا مَا ذَاۤ اَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۗ قَا لُوْا خَيْرًا ۗ لِّـلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَلَدَا رُ الْاٰ خِرَةِ خَيْرٌ ۗ وَلَنِعْمَ دَا رُ الْمُتَّقِيْنَ 
"Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Kebaikan." Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,"

Tempatkan Hamdallah bukan hanya ketika bahagia, tapi dalam segala kondisi.. Karena 16:30 semuanya adalah kebaikan.

Jadilah aktor terbaik. Jangan sampai kita memasuki fase gagal tak pernah, sukses tak sampai-sampai.

Allah berikan peristiwa tak nyaman dalam kehidupan agar kita bisa heart to heart dalam hati kita. Ibarat kopi dan gula yang saling memberikan peran masing-masing.

Kepahitan, kesusahan, kegelisahan
Jangan pernah membandingkan apa yang belum kau punya dengan orang lain yang sudah punya.
QS. Al-Baqarah [2] ayat 155
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"

Tugas kita bukan menjadikan anak saleh, tapi mengawal anak biar menjadi saleh. Semua hal dalam Al-Quran sudah pasti terjadi di kehidupan, hanya kita yang hari melihat ayat yang mana yang sedang Allah saksikan

Hindarkan diri dari riba
QS. al-Baqarah [2] ayat 275
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

Jadikan peristiwa dalam kehidupan ini, dicari ayat Qur'an nya. Jikalau ada peristiwa tapi kita menggunakan akal kita untuk menyelesaikannya, maka merugilah kita.

Berjuanglah sampai di titik haqqul yaqin pada Allah.
Semua terjadi atas Izin Allah
QS. At-Taghabun [64] ayat 11
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Share:

Orang yang Bertumbuh Harus Memiliki Kesadaran Pribadi. Berikut Tiga Formula Kesadaran agar Bertumbuh Sukses

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Senin, 25 Desember 2023
Pemateri: Ust. H. Kiki Supardi

Pekan terakhir tahun 2023
Pergantian waktu dari waktu ke waktu jangan hanya menjadi rutinitas, harus ada yang berbeda.

Membangun Kesadaran diri, motivasi terbaik, ketika muncul dari dalam diri sendiri, motivasi terburuk, jika tidak mau dimotivasi

Tahun 2024: Tahun Kesadaran. Kesadaran apa? Kesadaran untuk bertumbuh, punya karya, mengevaluasi diri sendiri, dll.

Kesadaran itu mahal karena bersumber dari HIAYAH.

Jika kita merasa ekosistem kita baik, sudah selayaknya kita besarkan.

Jadi pribadi yang tajam untuk diri sendiri.

Kita biasanya begitu mudah untuk menilai orang lain. Tapi berat untuk menilai diri sendiri. Momen akhir tahun untuk evaluasi diri.

Jika sudah bisa evaluasi diri, tidak perlu untuk dipaksa dan diuber-uber.
Taat ketika dilihat orang lain bersama-sama itu mudah, yang sulit ketaatan ketika sendirian.

Tiada yang baru tanpa perubahan. Tiada yang berubah tanpa pergerakan. Tiada Hasil berkerak tanpa kesadaran.

Formula keasadaran: BNB FORMULA
1. Bertumbuh
2. Netes
3. Buktikan

Dalam melakakan amal shaleh harus BNB
Kalau Sudah BNB, Allah akan menurunkan janjinya.
YAKINI
Kegiatan/Event yang kita lakukan adalah amal saleh.

1. B = Bertumbuh
Pastikan kita mengevaluasi progres yang ada: dari diri sendiri, keluarga, baru level organisasi atau gerakan ini.
Spirit surah Muhammad [47] ayat 7.
Optimalkan segenap potensi yang ada, totalitas tuk bantu agama Allah.
Harus punya karya, punya skil bassic (ada 1 skil yang diandalkan)
Jangan sampai “bisa semua”, pintar menilai kesalahan orang lain, tapi susah menilai diri sendiri.

2. N = Netes
Istiqomah, komitmen, terus menerus
Hari ini kita susah paham, mungkinkarena kita kurang sungguh2,
Netes itu lambing kesungguhan .
Surat al-Ahqaf [46] ayat 13
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqomah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka (pula) tidak bersedih hati.
Yang berat itu istiqomah, Yang mudah Istirahat

3. B = #Buktikan
Buktikan bahwa apa yang kita kerjakan ini bisa menunjukkan hasil.
Kadang kita pintar merangkai ide, tapi tidak bisa merealisasikan.

Orang-orang yang muncul ke permukaan, sesungguhnya mereka sudah melewati proses berjuang. Supaya tidak menjadi orang karbitan. Belum matang sudah dipetik.

Jika kita merasa ekosistem kita baik, sudah selayaknya kita besarkan. Jika kita merasakan ada kenikmatan di dalamnya, maka hendaknya berkontribusi, dan sebarkan kepada orang lain agar lebih bermanfaat lebih luas.
Share:

Siapakah Orang Yang Paling Cedas dan Beruntung? Mereka Adalah Orang yang Selalu Ingat Akan Kematian

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Selasa, 19 Desember 2023
Pemateri: K.H. Adi Pratama Larisindo

Penyesalan dalam Al-Quran
Dua hal yang mahal adalah iman dan amal.

QS. Al-An'am 6 ayat 27: menyesal karena tidak beriman. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَلَوْ تَرٰۤى اِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَّا رِ فَقَا لُوْا يٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰ يٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
"Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.""

QS. Al-Fajr [89]: Ayat 24 (Ingin berbuat amal): menyesal karena tidak berbuat baik. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَـيَا تِى 
"Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.""

QS. Al-Ahzab [33] ayat 66: menyesal karena tidak rasulullah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّا رِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَـنَاۤ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَ طَعْنَا الرَّسُوْلَاۡ
"Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.""

QS. Al-Qari'ah [101] ayat 6: Timbangan kebaikan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman.
فَاَ مَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَا زِيْنُهٗ 
"Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,"

Berbuat baik berpotensi dapat:
Tiket masuk surga = Iman dan Amal
1. Iman (2:25)
2. Amal (menghasilkan kebaikan)

QS. Al-A'raf [7] ayat 9: kebaikan manusia akan menghasilkan kebaikan dari Allah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْفُسَهُمْ بِمَا كَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا يَظْلِمُوْنَ
"dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami."

QS. Ali 'Imran [3] ayat 148: Allah cinta orang yang berbuat kebaikan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَاٰ تٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَا بَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَا بِ الْاٰ خِرَةِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
"Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."

Kenapa orang tidak bisa berbuat kebaikan?
1. Kurang ilmu
2. Makan haram
3. Lalai
4. Cinta dunia (hubbuddunya)
5. Lemah
6. Zona nyaman

Abu Bakar adalah orang yang paling kaya, dan menghabiskan semua hartanya untuk agama Allah... Karena memiliki harta dan tahu menempatkannya.

Hanya orang yang punya kontribusi yang akan tetap diingat.
Enzim agar bisa berbuat kebaikan adalah produktivitas

4AS: 4 Level orang dalam bekerja
1. Kerja keras ( 21-25 tahun )/ effort sendiri
2. Kerja cerdas ( 25-28 tahun )/ Pake otak.. Mulai memimpi
3. Kerja ikhlas ( >35 tahun )
4. Kerja tuntas

Dicatat sebagai kebaikan: Sesuatu yang dikerjakan hanya dengan niat karena Allah.
Habiskan jatah kegagalan.

Kenapa orang makan yang haram? Karena tidak punya pilihan.Kenapa tak punya pilihan? Karena tidak punya karya.

3 hal yang harus dipelajari:
1. Quran,
2. Leadership,
3. Entrepreneur.

Berlomba dalam menanam saldo kebaikan. ***
Share:

Semakin Seseorang Tinggi Ilmunya, Semakin Tinggi Juga Seharusnya Kesadarannya. Bangunlah Kesadaran Diri.

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Senin, 18 Desember 2023
Pemateri: Ust. H. Kiki Supardi

Membangun kesadaran diri. Ilmu yang kita pelajari menjadikan kita orang yang sadar (kesadaran diri).

Motivasi terburuk adalah untuk orang yang tidak mau dimotivasi. Motivasi terbaik yaitu ketika motivasi itu muncul dari dalam diri sendiri.

H2C = Harap-Harap Cemas

Pengikut yang baik, akan menjadi pemimpin yang baik. Murid yang baik, akan menjadi guru yang baik. Dan kemuliaan itu tidak akan pernah tertukar.

Karakter pengikut yang baik.
1. Taat = Menang. 10:31; 24:52;
2. Rendah Hati
3. Sadar Diri

Kesadaran untuk mengoreksi diri sendiri kesadaran bertumbuh. Untuk terus membangun kesadaran, kita perlu membangun sistem pengawalan. Shalat yang wajib 5 waktu saja masih perlu diingatkan, apalagi suatu yang di luar itu.

Langkah awal untuk menyadarkan diri.
1. Buat sistem charger.
2. Perlu mereminder diri.
3. Menyadari banyak dosa.

Jika kesadaran diri kita sudah muncul maka akan mendatangkan pertumbuhan dari dalam diri kita keluarga kita dan sekitarnya.

Do'anya di Qs. Ali Imran : 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Hidayah itu mahal maka perlu kita minta.
Siapa yang mengikuti petunjuk pasti beruntung (QS. Al-Qashas ayat 7)
وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّ مُوْسٰٓى اَنْ اَرْضِعِيْهِۚ فَاِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَاَلْقِيْهِ فِى الْيَمِّ وَلَا تَخَافِيْ وَلَا تَحْزَنِيْ ۚاِنَّا رَاۤدُّوْهُ اِلَيْكِ وَجَاعِلُوْهُ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Kami mengilhamkan kepada ibu Musa, “Susuilah dia (Musa). Jika engkau khawatir atas (keselamatan)-nya, hanyutkanlah dia ke sungai (Nil dalam sebuah peti yang mengapung). Janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih. Sesungguhnya Kami pasti mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya sebagai salah seorang rasul.”
Share:

Jangan Menjadi Orang Bertakwa Tanpa Ilmu, dan Orang Belajar Tanpa Guru. Sebaik-baik Bekal Adalah Taqwa

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Selasa, 12 Desember 2023
Pemateri: Ust. Habib Ja’far al-Jufri

1. Sebaik-baik bekal adalah takwa. (2:197)
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.

2. Bertaqwa harus dengan ilmu.
Kisah Arab Jahiliyyah yang Haji dengan telanjang, dengan alasan bahwa pakaian yang dipakai adalah kotor karena dosa.

Hubungan ilmu dengan takwa tidak bisa dipisahkan, karena modalnya takwa adalah ilmu.
"Walibaasuttaqwa dzalika khoir"
"Pakaian takwalah pakaian yang terbaik"
Namun takwa jika tanpa dibarengi ilmu, bisa tersesat.
Maka pentingnya kita belajar dengan seorang guru.

3. Belajar iman dulu, baru belajar al-Quran.
Perkataan sahabat, "Kami belajar iman dulu sebelum alquran, maka ketika Alquran turun keimanan kami semakin Bertambah."

Bagaimana metode belajar IMAN? Ust. Budi Ashari menyampaikan bahwa Rasulullah SAW selalu menyiapkan waktu untuk BERKISAH.

Sepertiga al-Quran itu kisah? Karena itu adalah metode yang Allah ajarkan untuk ummat Islam. Maka jawabannya rosul adalah kisah

Mata seorang da'i adalah melihat segala masalah, segala kejelekan dengan rahmat, kasih saying.

Hiburan Rasulullah adalaj adalah kisah. Fungsi kisah untuk > menguatkan, meneguhkan hati. 11:120
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin.

Tadabbur QS. al-Kahfi
Ada 4 Kisah di sana yang berisi semuanya UJIAN :
1. Ujian Ashabul Kahfi
2. Ujian Kekayaan
3. Ujian Ilmu
4. Ujian Kekuasaan

UJIAN ILMU
Kisah Nabi Musa yang diperintahkan Allah belajar kepada Nabi Khidhir. Dalam perjalanan belajar lebih berat daripada perjalanan apa pun. Mentalitas pelajar yang rela berkorban apa pun harus terinstal dalam diri santri.
Share:

Sebaik-baik Pemimpin adalah Sebaik-baik Pengikut. Berikut 2 Rumus Menjadi Sebaik-baik Pengikut.

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Senin, 11 Desember 2023
Pemateri: Ust. Kiki Supardi

Pemimpin yang baik pasti pernah menjadi pengikut yang baik

Leader bukan bicara tentang posisi. Minimal seorang pemimpin adalah bisa memimpin diri sendiri. Antara pemimpin dan dipimpin tidak bisa dipisahkan.

Kita sering mengajarkan menjadi leadership tapi lupa mengajarkan menjadi followership.

Qs. 24:51
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS.24:51)

Total Follower ( Sami'na Wa Ata'na)
Pengikut yang baik sama pentingnya dengan pemimpin yang baik.

Berikut rumusnya.
1. Taat
QS. Yunus : 31
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS.10:31)

Qs. An Nur : 52
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS.24:52)

Taat : Menang
Taat : Beruntung
Tidak ada kemenangan tanpa ketaatan.

2. Rendah Hati
Rendah Hati: dapat Ilmu
Membodohkan diri
Semakin kita merendahkan diri di hadapan Allah semakin diangkat derajat kita di dunia ini.

"We are Nothing, Allah is everything"
The power of khidmat, jangan setegah-setengah. Khidmat total hadiahnya juga dibalas total.

Budayakan 3K
1. Komunikasi
2. Konsultasi
3. Koordinasi
Share:

Hilangkan Segala Keangkuhan dan Egoisme untuk Mendapatkan Hikmah Kebijaksanaan: Tadabur Kisah Nabi Musa a.s.

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Jum’at, 8 Desember 2023
Pemateri: Ust. Hanif

*Kisah Nabi Musa*
QS. 88:15
QS. 20:9

Tadabbur QS an-Nazi'at
Di mana nabi Musa bertemu dengan Firaun saat itu nabi Musa di beri kesabaran yang luar biasa

Tadabbur QS Taha
Kisah Musa a.s. di ayat 12
Menjelaskan bahwa kita harus menurunkan ego bahwa semua itu hanya pemberian ALLAH.

Ketika kita menurunkan ego maka kita akan mendapatkan hikmah maka kita akan mendapatkan gelar “Ulul Al-Bab”

Apa pun yang kita dapatkan sekarang maka jangan cerita kepada khalayak yang banyak, maka ceritakanlah kepada gurumu dahulu.

Pesannya dari QS, Yusuf: 5
"Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”

Kita ini seperti air
Air itu turun dari dataran tinggi ke rendah maka merendahlah maka Allah yang memberikan semuanya.

QS. 20: 13
"Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu"

Maka semua ini ALLAH yang telah memilih kita maka lakukan yang terbaik.

QS. Ar-Rahman:4
"mengajarnya pandai berbicara"

Hikmah Pelajaran
1. Manusia tidak ada apa-apanya, kita hanya seorang hamba.
2. Lepaskan ego.
3. Merendahlah serendah-rendahnya kepada Allah.
4. Luruskan niat, kenapa kita berada di lingkungan al-Qur'an? Karena untuk mendapatkan hikmah.
5. Jika sudah dipilih, maka berikan yang terbaik. ***

Share:

Beruntunglah Orang yang Mendapatkan Hikmah. Siapkah Kamu Mendapatkan Hikmah? Simak Penjelasan Berikut !

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Kamis, 7 Desember 2023
Pemateri: Kyai Adi Pratama Larisindo

Tiga kategori manusia.
1. Orang yang beruntung, orang yang bertambah ilmu bertambah hikmah (2:69).
2. Bertambah ilmu tidak bertambah hikmah.
3. Tidak bertambah ilmu tidak bertambah hikmah

Tidak ada yang sia-sia yang diciptakannya. Memang ada orang yang ditakdirkan untuk tidak bertambah keilmuannya. 2:87 dan 2:88

Kenapa ilmu itu ditutup, tidak diberikan petunjuk. Karena Allah yang menutupi itu semua. (QS. Al-Baqarah ayat 88)
وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ ۗ بَلْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلًا مَّا يُؤْمِنُوْنَ
Mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.

Ketika manusia tersebut tidak dalam ketaatan maka ada malaikat yang akan datang. (QS. Fussilat ayat 30)
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

QS. Maryam ayat 83
اَلَمْ تَرَ اَنَّآ اَرْسَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ تَؤُزُّهُمْ اَزًّا ۙ
Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Kami telah mengutus setan-setan kepada orang-orang kafir untuk benar-benar menggoda mereka (berbuat maksiat)?

Salah satu yang tampak ketika setan masuk yaitu kita menolak ilmu.
Kenapa Allah kirim setan untuk bermaksiat karena Allah punya janji kepada neraka. (7:179)

Yang akan menempati neraka yaitu yang memiliki hati tapi memahami ayat-ayat Allah. (QS. Al-A'raf:179)
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.

QS. Al-An'am ayat 25
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُ اِلَيْكَ ۚوَجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًا ۗوَاِنْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءُوْكَ يُجَادِلُوْنَكَ يَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Nabi Muhammad membaca Al-Qur’an), padahal Kami menjadikan di hati mereka penutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami jadikan) pada telinga mereka penyumbat. Jika mereka melihat segala tanda kebenaran, mereka tetap tidak beriman padanya, sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, “Ini (Al-Qur’an) tiada lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”

Kenapa Allah menutupi ayat-ayat pada hatinya, karena masih ada dosa-dosa maksiat.

Penghuni neraka:
Punya hati tapi tidak memahami ayat-ayat Allah. Kenapa tidak dapat hikmah, karena ada hati yang tertutup.

Doa meminta hikmah:
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصّٰلِحِينَ
Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, (QS.26:83)
Share:

Kualitas Hidup dan Apa yang Kita Jalani di Muka Bumi Ini Tergantung Isi Kepala dan Isi Hati Kita

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Rabu, 6 Desember 2023
Pemateri: Kyai Adi Pratama Larisindo

Apa yang kita jalani di muka bumi ini tergantung isi kepala dan isi hati. Kenapa di sebuah organisasi yang bagus ada orang yang tidak bertumbuh, adalah karena dia belum menemukan softwarenya.

Software utama penciptaan kita: khalifah, ibadah, zakat, puasa (Menjadi Hamba). Tujuan kita hidup ialah menjadi hamba. Titik tinggi manusia adalah “menghamba”.


Qs. 51 ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS.51:56)
Orang umum menggunakan tenaga dan energi: transaksi, dapat bayaran, tapi terbatas.

Qs. 53 : 39
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS.53:39)

Fokus menghamba:
1. Kerja Iman: langsung kepada kepada Allah
2. Kerja Amal: melalui manusia

Allah tempat berlindung
Qs. 16 ayat 80-81:
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثٰثًا وَمَتٰعًا إِلَىٰ حِينٍ
Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu). (QS.16:80)

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلٰلًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنٰنًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ
Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (QS.16:81)

Fokuslah dengan kemampuan diri, apa yang mau dibuat dikerjakan hari ini. Hadiah terbaik adalah ketika kita berkontribusi.

Saat ini kita fokus mengumpulkan bahan baku untuk di surga. Hilangkan kata dilayani dan apa yang aku dapat tetapi kitalah yang harus memberikan pelayanan atau melayani.

Allah telah mejamin rezeki kita.
Qs. 11 ayat 6
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتٰبٍ مُّبِينٍ
Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS.11:6)
Share:

Allah memberi Hikmah Kepada yang Dia Kehendaki, Siapa yang Mendapatkan, telah diberi kebaikan yang banyak

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Selasa, 5 Desember 2023
Pemateri: Ustadz Aqil

Model Santri itu ada 2
1. Santri Shadiq : gurunya masih ada/masih hidup atau sudah wafat, dia tetap beradab.

2. Santri Kadzib : di depan guru membenarkan, tapi di belakangnya justru menyalahkan serta membanding guru yang satu dengan guru yang lainnya.

Usia seumur Jagung, Rezeki seluas Samudera, Bagaimana Ceritanya ?

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain."

Allah telah memilih kita. Allah memberikan hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

QS. Al-Baqarah : 269

يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

"Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat."

Manusia pasti memiliki masalah atau ujian. Ujian yang Allah titipkan kepada kita sejatinya Allah juga yang akan membantu menyelesaikan, bisa lewat hamba yang lain.

Hikmah itu terkadang didapatkan melalui orang lain, itulah kenapa pentingnya hidup bersosialisasi.

Dipertegas kembali dalam Al-Qur'an QS. Thaha ayat 13:

وَاَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى

"Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)."

QS. Al-Hadid : 20

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."

Sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrahnya maka tubuh akan merespons dengan tidak benar dan baik maka pintu masuknya harus diteliti dengan lebih baik.

RUMUS Usia seumur Jagung, Rezeki seluas Samudera

1. BERSABAR
Bersabar adalah bahan bakarnya PERTOLONGAN. Semakin sabar semakin banyak datangnya pertolongan.

QS. Al-A'raf ayat 126

وَمَا تَنْقِمُ مِنَّآ اِلَّآ اَنْ اٰمَنَّا بِاٰيٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاۤءَتْنَا ۗرَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ

Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”

2. BERSYUKUR
QS. An-Naml : 19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

"Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

QS. Ibrahim : 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

3. IKHLAS
Mereka yang ikhlas adalah orang-orang yang dilindungi oleh Allah swt. 
QS. Ash-Shaffat : 74

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ

"Tetapi hamba-hamba Allah yang membersihkan (dari dosa tidak akan diazab)."

SEMUA REZEKI PASTI ADA PINTU MASUKNYA. ***
Share:

Tahukah Kamu Bagaimana Menjadi Manusia yang Memiliki Kepribadian yang Unggul. Simak Lima Ulasan Berikut.

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Senin, 4 Desember 2023
Pemateri: Ust. Kiki Supardi

Di antara salah satu hal yang harus kita syukuri dalam hidup adalah masih diberikan kepercayaan oleh Allah untuk hidup di dunia ini.
Kiat agar potensi keunggulan kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

1. Percepatan Diri
Orang akan unggul jika dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Setiap orang memiliki waktu yang sama. Orang yang unggul dapat memanfaatkan waktunya dengan baik, penuh kemanfaatan.
Sebaliknya, orang yang tidak unggul cenderung tidak bisa memanfaatkan waktunya, tidak manfaat.
Rumusnya : Waktu Sama Tapi Isi Beda

Rasulullah bersabda, " Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. TIRMIDZI)

Waktu akan menghakimi kita nanti di akhirat. Siapa yang bermain-main dengan waktu, dia bermain-main dengan kesuksesan.

2. Masuk ke Dalam Sistem dan Lingkungan yang Unggul/Kondusif
Jika kita ingin memiliki pribadi unggul, salah satunya caranya adalah dengan masuk ke dalam lingkungan yang unggul, lingkungan yang paling mengenal, patuh, dan taat kepada Allah.
Rumus: JSG (Jangan Salah Gaul)

3. Bersaing Positif
Adanya kompetitor adalah karunia dari Allah. Kegagalan saat kita ingin menjadi unggul adalah saat kita menganggap kompetitor sebagai ancaman. Padahal adanya kompetitor bisa menjadi aset yang bisa membuat kita terus berkembang.

Rumus:
TKTKD (Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kedisiplinan)
SMS (Susah Melihat Orang Lain Senang, Senang Melihat Orang Lain Susah)

4. Sinergi
Kalau kita bisa bekerja sama dengan orang lain, maka akan ada hasil yang baik. Kita akan unggul jika kita mempunyai kemampuan untuk bersinergi dengan orang lain. Kita hidup di dunia ini tidak bisa sendiri, harus mampu bekerja sama dengan orang lain.

5. Qolbun Salim (Hati yang Bersih)
Orang yang memiliki pribadi unggul, selain memiliki 4 faktor di atas jika ingin memiliki pribadi yang unggul harus memiliki hati yang bersih.

- Dipuji Tidak Terbang Dicaci Tidak Tumbang
- Asy'Syu'ara [26] : 89 & As-Shaffat [37] :84

> Asy'Syu'ara [26]: 89

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ

“Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

> QS. As-Shaffat [37] :84

اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ

“(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”

***
Share:

Awali Hari dengan Bersyukur, karena Tidak Semua Orang Bisa Mensyukuri Nikmat. (Q.S. 67 ayat 23)

Catatan Kajian ZOOM 1DOA SIDAQ
Jumat, 01 Desember 2023
Pemateri: Ustadz Yusuf

Apa itu Bahagia?
Bahagia by STIFIN
1. Sensing ➡️ harta
2. Thinking ➡️ tahta
3. Insting ➡️ bahagia
4. Intuiting ➡️ kata
5. Feeling ➡️ cinta

Kenapa masih ada orang yang stres, depresi, gila, bunuh diri? Kaya raya tapi bunuh diri. Memiliki kepintaran dan prestasi tapi stres. Contohnya takhta kerajaan Firaun, hartanya qorun, kisah cinta Romeo dan Juliet.

Perhatikan ayat berikut.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ..... "
(3:185) (21:35) (29:57)


QS. Al-Fajr:27-30

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Wahai jiwa yang tenang,

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai.

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ
dan masuklah ke dalam surga-Ku!

Maka, apakah makna bahagia itu? Yaitu ketika tenang, dan ridha dengan apa yang Allah tetapkan. Hati-hati jika banyak mengeluh, banyak tidak menerima. Langsung tolak dengan istighfar.

QS. Al-Fath:4

Hanya Allah yang menurunkan ketenangan.

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗوَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

QS. Ar-Ra'd:28

Tenang dengan mengingat Allah

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.

Kondisi orang beriman dan orang yang bahagia itu adalah baik, selalu baik.. Kulli khoir

QS. An-Nahl:30

۞ وَقِيْلَ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا مَاذَآ اَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۗقَالُوْا خَيْرًا ۚلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَلَدَارُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌ ۗوَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِيْنَۙ
Kemudian, dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apa yang telah Tuhanmu turunkan?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Sungguh, negeri akhirat pasti lebih baik. Itulah sebaik-baik tempat (bagi) orang-orang yang bertakwa,

QS. Ar-Ra'd:29
Iman dan Amal Sholeh
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوْبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَاٰبٍ
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

BA - HA - GIA
BAnyakin sabar (2:155)
HAturkan syukur (14:7)
GIatkan kerja (34:13) (94:7)

***
Share: