Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

Latihan Nyetir Mobil #2

Ahad (23/03) merupakan hari ke-2 aku latihan nyetir mobil. Hari ini latihan dimulai dari jam 11.00 wib. Alhamdulillah cuaca hari ini cerah, lebih baik dibandingkan kemarin. Masih seperti kemarin latihan kali ini ditemani seorang instruktur, Pak Arif, juga istriku tercinta Anny Riwayati. Karena pagi hari aku berangkat dari Kendal jadi bandanku terasa agak letih untuk latihan. Namun karena keinginan yang sangat kuat untuk bisa segera menyetir mobil, latihan aku lakukan dengan penuh semangat.

Di hari ke dua aku mulai sedikit agak percaya diri dibandingkan kemarin meski masih terasa agak kaku. Start latihan masih sama yaitu di sekitar kampus Universitas Diponegoro. Namun di sana hanya sebentar dan aku langsung diajak untuk masuk jalan raya. Awalnya masih gugup namun aku berusaha serileks mungkin biar tidak terlalu tegang.

Kali ini aku dilatih ke jalan yang tingkat kesulitannya tentu lebih tinggi dibandingkan kemarin. Kali ini rutenya ke sekitar daerah Kedung Mundu. Rute ini benar-benar penuh tantangan dimulai dari jalan berlubang-lubang, tikungan, turunan, dan tanjakan yang tajam. Belum lagi kendaraan yang melintas di daerah ini cukup padat meskipun di hari Ahad. Namun berbekal pesan yang disampaikan oleh instruktor bahwa mengemudikan mobil itu menggunakan feeling, maka aku memanfaatkan feeling sekuat mungkin sehingga bisa mengendarai mobil dengan baik.

Hasilnya luar biasa dibandingkan dengan hari sebelumnya. Ada beberapa peningkatan yang aku rasakan. Mulai dari kecepatan yang meningkat, hari ini aku bisa lari dengan kecepatan rata-rata 40 km bahkan lebih di jalan yang agak lurus dan sepi. Gigi porsneling sudah mulai masuk ke gigi 3 (tiga) dibandingkan dengan hari sebelumnya, hanya gigi 1 (satu) atau 2 (dua). Aku sudah tidak terlalu banyak memperhatikan kanan dan kiri meski kadang-kadang masih diingatkan sama instrukutur untuk ambil kiri atau kanan. Dan yang cukup berkesan adalah ketika memasuki turunan Segar Bencah yang cukup tajam begitu juga sewaktu kembali yang masih melewati Segar Bencah.

Namun hari ini aku masih mengalami mesin mati sebanyak 2 (dua) kali; pertama, ketika ada lubang yang agak dalam dan di depan ada kendaraan yang berjalan sangat pelan; dan kedua, ketika harus belok dan menunggu mobil yang lewat. Sepertinya aku belum lincah menggunakan kopling ketika berhenti atau ganti gigi porsneling. Sesekali juga aku merasa terlalu keminggiran. Begitupun ketika parker di depan kantor, aku masih belum bisa menghentikan mobil dengan halus. Namun sang instruktor memaklumi karena ini baru kali yang kedua. Meski demikian ia tetap mengapresiasi bahwa saya bisa dengan cepat latihan ke jalan raya.

Tidak terasa 1 (satu) jam berlalu dan kami harus kembali ke kantor tempat kursus stir mobil ini. Jadwal berikutnya besok sore, namun masih menunggu konfirmasi dari kantor karena sepertinya besok jadwal penuh yang kosong hanya pagi hari. Semoga besok masih bisa latihan. Insya Allah…

Bukit Kencana, 23 Maret 2014
Pkl. 20.06 Wib
Share:

0 Comments:

Posting Komentar