Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

Latihan Nyetir Mobil #3

Senin (24/03/2014) merupakan kali ke tiga aku latihan nyetir mobil. Kali ini latihannya dilakukan sore hari yaitu pkl. 17.00 – 18.00 wib di belakang swalayan ADA Setiabudi yang berada di sekitar gerbang Tol Sukun, Banyumanik. Kali ini aku latihan masih ditemani istri tercinta dan sang instruktor nyetir dari kursus nyetir mobil ANGKASA. Namanya Rizqi. Kali ini lebih muda dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Usianya masih sekitar 20-an namun cukup lincah dalam mengendarai mobil.

Hari ini aku latihan tidak seperti biasanya. Biasanya muter-muter jauh. Kali ini hanya di parkiran mobil. Namun cukup banyak ilmu yang aku dapatkan. Baik secara teori maupun praktek yang mendukung agar aku bisa sebera bisa menyetir mobil.

Kali ini aku dilatih dari bagaimana menghidupkan mesin. Ternyata dalam menghidupkan mesin ada banyak yang perlu diperhatikan. Pertama pastikan, lampu indikator BBM sudah mati sehingga mesin siap untuk dinyalakan. Kedua, pastikan gigi porsneling benar benar dalam keadaan Netral. Baru mesin boleh untuk dinyalakan.

Selain latihan menghidupkan mesin, kali ini aku lebih banyak pada pemanasan dan latihan menggunakan insting. Pemanasannya adalah latihan memutar setir mobil dangan dengan benar dan cepat baik dilakukan dengan dua tangan atau satu tangan pada kecepatan gigi satu dan gigi dua dengan setengah kopling sehingga putarannya benar-benar habis. Hal ini diulang terus menerus sampai benar-benar lincah. Karena jarang berolah raga, aku sampai keringatan dalam latihan ini.

Setelah itu latihan menggunakan insting. Latihannya dengan meletakkan pembatas di depan dan mobil di maju dan mundurkan sehingga aku bisa mengenakan ujung mobil pada pembatas itu tapi tidak boleh terlalu kena sehingga pembatas jadi jati. Lebih kurang sekitar 15 kali aku melakukan ini, namun hanya 2 kali yang berhasil. Namun selain latihan insting aku sambil latihan maju dan mundurkan mobil dengan cara mengerem yang baik, dengan halus sehangga tidak terasa ada tekanan yang berlebihan. Satu hal yang perlu terus ditanamkan adalah jika mau berhenti maka injak kopling terlebih dahulu sampai sempurna baru mulai menginjak rem. Menginjak rem dan gas juga cukup dengan ibu jari, tetapi dalam menginjak kopling harus dilakukan dengan telapak kaki.

Tidak terasa waktu sudah mau maghrib sehingga kami kembali ke kantor. Meski tidak banyak jalan ke mana-mana namun, banyak sekali rasanya yang aku dapatkan hari ini. Membuat tidak sabar untuk segera mengendarai mobil di jalan raya.

Semarang, 25 Maret 2014
Pkl. 13.30 Wib.
Share:

0 Comments:

Posting Komentar