Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

~ InspirAzis ~

Menulis dengan Hati, Menyeru dengan Hikmah

7 Tips Langkah Awal Buat Kamu yang Lagi Belajar Menulis

Oleh:
Just an ordinary girl who writes perfect moments at perfect time

"Writing is an exploration. You start from nothing and learn as you go." -E.L. Doctorow-
 
Menulis merupakan suatu aktivitas yang dianggap membosankan oleh sebagian orang. Tapi ketika kamu sudah terjun dalam dunia ini, kamu akan merasakan betapa asyiknya menuangkan ide dan pengalamanmu dalam tinta. Dengan menulis, kamu juga bisa memperkaya pengetahuanmu dan memberikan informasi kepada banyak orang. Nah, bagi kamu yang tertarik dan ingin belajar menulis, kamu bisa mengikuti tujuh langkah di bawah ini:

1. Pilih topik yang kamu kuasai

Kunci ketika kita belajar menulis untuk pertama kalinya ialah pilih topik yang kita kuasai. Misalnya saja kamu suka memasak. Tulislah tips dan resep-resep yang pernah kamu coba di rumah. Bagi kamu yang suka membaca, kamu bisa menuliskan resensi buku terbaru yang menarik dan bermanfaat. Kamu suka bersepeda atau hiking? Rekomendasikan lokasi hiking pilihanmu melalui tulisan. Ya, menuliskan hal-hal yang kita sukai atau kuasai akan membuat kita semakin menikmati proses tulis menulis. Kita jadi lebih bersemangat karena kita menuangkan pengetahuan kita secara langsung dalam tulisan.

2. Tulislah kerangka tulisan

Setelah memilih topik, kamu bisa langsung menuliskan kerangka tulisanmu. Kerangka tulisan adalah bagian dari perencanaan untuk eksekusi tulisanmu nantinya. Catat kira-kira apa saja yang ingin kamu tuliskan.
Contoh: Kamu ingin menulis tentang tempat-tempat wisata di Banyuwangi. Dalam paragraf pertama, kamu ingin membahas tentang lokasi Banyuwangi dan berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke sana. Lalu di paragraf kedua, kamu ingin membahas tentang pantai A. Lakukan seterusnya hingga paragraf terakhir tulisan.
Menuliskan kerangka tulisan akan banyak membantumu dalam mengingat apa saja yang ingin kamu tuangkan. Kamu juga bisa menggunakan kerangka untuk mengumpulkan data yang akan melengkapi tulisanmu nantinya.

3. Cari data

Tulisan tanpa data sama seperti sayur tanpa garam. Tanpa data, kita nggak akan bisa membuat tulisan yang kredibel. Padahal, informasi yang kita berikan nantinya bakal dibaca banyak orang. Nah, kalau datanya nggak bener gimana dong? Kita bisa menyesatkan pembaca dengan tulisan kita. Oleh karena itulah, data menjadi salah satu unsur terpenting dalam tulisan.
Terdapat dua jenis data yang bisa kamu temukan untuk melengkapi tulisanmu. Pertama yakni data primer. Data primer diperoleh dari narasumber secara langsung. Untuk memperoleh data primer, tentunya kamu harus melalui proses wawancara dengan narasumber. Kedua yakni data sekunder. Data sekunder bisa kamu peroleh dari literatur seperti buku, jurnal online, surat kabar, majalah atau media online. Jangan lupa tuliskan body note dan daftar pustaka jika kamu mengambil data sekunder dan mencantumkannya dalam tulisanmu. Apabila data sekundermu berbentuk gambar atau foto, cantumkan sumber dokumentasi gambar tersebut beserta nama situsnya. Mencantumkan sumber akan melatih kamu menjadi penulis profesional dan kamu nggak akan dicap plagiasi karya orang.
Lanjutkan membaca artikel di bawah

4. Tuangkan tulisanmu

Setelah semua data terkumpul, kini saatnya kamu menulis! Temukan tempat yang tenang di mana kamu bisa menggali ide dengan optimal. Manfaatkan kembali kerangka tulisan yang telah kamu buat. Jangan terburu-buru. Apabila kamu lagi blank alias kehilangan inspirasi, berhentilah sejenak dan lakukan aktivitas ringan seperti mendengarkan musik, ngemil, main game atau nonton satu episode drama kesayanganmu di layar laptop (hehe...). Setelah rileks, kamu bisa kembali melanjutkan tulisanmu.

5. Saatnya menjadi editor!

Salah satu bagian terasyik dalam proses tulis menulis adalah saat kamu menjadi editor untuk karyamu sendiri. Setelah kamu selesai menulis, baca ulang tulisanmu dari awal hingga akhir. Perhatikan penempatan tanda baca, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), margin, penggunaan kalimat majemuk, penulisan body note, footnote, daftar pustaka dan cara penulisan kata-kata asing yang harus dimiringkan (italic). Kamu bisa menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk membantu mengecek EYD dalam tulisanmu.
Perhatikan juga kesinambungan antar kalimat. Apakah kalimat pertama sudah nyambung dengan kalimat kedua atau justru meloncat dari topik di kalimat pertama? Apakah tulisanmu sudah sistematis sehingga mudah dibaca dan dimengerti? Jangan sampai tulisanmu justru membuat pembaca kebingungan dengan apa yang ingin kamu sampaikan. Nah, dengan mengecek semua hal di atas, kamu akan semakin paham tentang tata cara penulisan sesuai EYD serta bagaimana cara menulis yang baik dan sistematis.

6. Pilihlah media yang tepat

Menjadi penulis membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, manfaatkanlah media-media di sekitarmu untuk membantu kamu menyebarluaskan tulisan yang telah kamu buat. Kamu bisa memanfaatkan blog media nasional khusus citizen journalism atau membuat blogmu sendiri. Kamu juga bisa memanfaatkan situs-situs yang membuka kesempatan bagi para penulis untuk memasukkan karya-karyanya. Nah, banyak banget ‘kan? Yang terpenting adalah tetap tekun, rajin dan selalu berusaha memberikan tulisan terbaikmu!

7. Bagikan tulisanmu via media sosial

Langkah terakhir setelah kamu menuangkan tulisan melalui media yang kamu pilih adalah membagikan (share) tulisanmu melalui media sosial. Kamu bisa memanfaatkan Facebook, Line, Instagram, BBM, Twitter atau bahkan Path untuk membuat orang lain ingin membaca tulisanmu. Sederhana tapi dijamin manjur karena hampir semua orang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi. Membagikan tulisan lewat media sosial juga bisa membuka kritik dan saran dari para pembaca sehingga kamu bisa belajar lebih jauh tentang kekuranganmu dalam proses tulis menulis.
Tujuh langkah di atas bisa kamu terapkan setiap kali kamu ingin kembali menulis. Dan tentunya, langkah-langkah di atas harus terus didukung dengan kemauan kita untuk menulis dan tekun berlatih. Semakin sering kita berlatih, kita akan semakin terdorong untuk menghasilkan tulisan terbaik dan terus belajar dari kekurangan kita sebagai penulis. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa dalam tulisan saya berikutnya! (cyn)

Sumber tulisan klik di: https://www.idntimes.com/life/inspiration/irene-cynthia-hadi-1/7-langkah-awal-buat-kamu-yang-lagi-belajar-menulis-c1c2/full 
Share:

0 Comments:

Posting Komentar